Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/19244
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSyahputra, Rahadian Tri-
dc.date.accessioned2023-01-31T07:06:06Z-
dc.date.available2023-01-31T07:06:06Z-
dc.date.issued2022-09-30-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/19244-
dc.description107 Halamanen_US
dc.description.abstractPada pagelaran Pekan Olahraga Nasional ke-21 tahun 2024 mendatang, Provinsi Sumatera Utara ditunjuk sebagai tuan rumah, berdasarkan Surat Keputusan (SK) penetapan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Dalam persiapannya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi merencanakan akan membangun pusat kegiatan olahraga atau Sport Center sebagai infrastrukutr dalam mendukung pelaksanaan PON ke-21 tahun 2024. Maka dari itu dipilih Desa Sena, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara sebagai lokasi sport center akan dibangun. Hal yang sangat diperhatikan dalam kelancaran kegiatan ini salah satunya adalah fasilitas gedung olahraga yang memenuhi standar nasional maupun internasional. Salah satu dari beberapa gedung olahraga dalam perencanaan tersebut yaitu gedung olahraga bulutangkis. Sesuai yang kita ketahui bahwasannya olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang sangat diminati di Indonesia, dikarenakan banyak atletatlet bulu tangkis yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dalam cabang olahraga ini. Maka dari itu diperlukan apresiasi yang besar dalam meningkatkan daya tarik masyarakat dan terkhusus apresiasi kepada para atlet dalam memberi mereka sesuatu yang layak untuk dibanggakan. Salah satunya yaitu dengan membangun fasilitas gedung olahraga khusus bulutangkis sebagai pusat penyelenggaraan pertandingan bulutangkis maupun tempat latihan para atlet. Selain itu, fasilitas untuk penonton juga sangat penting untuk diperhatikan. Maka diperlukan ruang untuk penonton yang layak dan nyaman, tentunya salah satu tujuannya yaitu memingkatkan daya tarik masayarakat untuk mendukung olahraga bulutangkis. Banyak gedung olahraga bulutangkis yang tidak memiliki identitas secara langsung terhadap bentuk-bentuk yang berhubungan dengan olahraga bulutangkis, sehingga orang tidak terlalu menyadari kalau gedung tersebut adalah gedung olahraga bulutangkis. Oleh karena itu, dalam merancang gedung olahraga bulutangkis dibutuhkan suatu bentuk dan tema desain yang dapat memberikan rangsangan orang untuk langsung datang karena ketertarikan secara visual terhadap gedung tersebut. Sehingga dipilihlah pendekatan arsitektur metafora untuk mendukung hal tersebut sebagai batasan dalam bentukan dan desain gedung olahraga bulutangkis ini. At the upcoming 21st National Sports Week in 2024, North Sumatra Province was appointed as the host, based on a Decree (SK) stipulation by the Minister of Youth and Sports (Menpora) Zainudin Amali. In preparation, North Sumatra Governor Edy Rahmayadi plans to build a sports activity center or Sport Center as infrastructure to support the implementation of the 21st PON in 2024. Therefore Sena Village, Kec. Quiz Stem, Kab. Deli Serdang, North Sumatra as the location for the sports center will be built. One of the things that is of great concern in the smooth running of this activity is the sports building facilities that meet national and international standards. One of the several sports buildings in the plan is the badminton sports hall. As we all know, badminton is a sport that is in great demand in Indonesia, because many badminton athletes have made Indonesia proud on the international stage in this sport. Therefore, there is a need for great appreciation in increasing the attractiveness of society and especially appreciation for athletes in giving them something worthy to be proud of. One of them is by building a special badminton sports building facility as a center for holding badminton matches as well as a training ground for athletes. In addition, facilities for spectators are also very important to note. So we need space for a decent and comfortable audience, of course one of the goals is to increase the attractiveness of the community to support the sport of badminton. Many badminton sports halls do not have a direct identity for forms related to badminton, so people don't really realize that the building is a badminton gym. Therefore, in designing a badminton sports building, a form and design theme is needed that can stimulate people to come immediately because of their visual interest in the building. So a metaphorical architectural approach was chosen to support this as a limitation in the shape and design of this badminton sports building.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;188140024 Program Studi-
dc.subjectgedung olahragaen_US
dc.subjectbulutangkisen_US
dc.subjectsport centeren_US
dc.subjectarsitektur metaforaen_US
dc.subjectsports buildingen_US
dc.subjectbadmintonen_US
dc.subjectsport centeren_US
dc.subjectmetaphor architectureen_US
dc.titlePerancangan Gedung Olahraga Bulutangkis Di Sport Center Sumatera Utara dengan Pendekatan Arsitektur Metaforaen_US
dc.title.alternativeDesign of a Badminton Sports Building in the North Sumatra Sport Center with a Metaphorical Architectural Approachen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Architecture

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
188140024 - Rahadian Tri Syahputra Fulltext.pdf- Fulltext.pdf Cover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography2.53 MBAdobe PDFView/Open
188140024 - Rahadian Tri Syahputra Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter V705.43 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.