Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/7632
Title: Pembinaan Narapidana Kejahatan Bisnis dengan Narapidana Pembunuhan (Studi pada Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tanjung Gusta Medan)
Authors: Barus, Enda Riahna
metadata.dc.contributor.advisor: A, Keizerina Devi
Arif
Keywords: narapidana
Issue Date: 29-Jun-2005
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Dalam implementasinya di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan ada dua jenis kejahatan memiliki angka terbesar untuk dibina. Untuk kejahatan pembunuhan tahun 2004, narapidana yang sedang menjalani masa pembinaannnya terdapat 179 orang, sedangkan untuk kejahatan bisnis seperti penggelapan, mata uang/uang palsu, kejahatan ekonomi, korupsi, penyeludupan dan lain sebagainya terdapat 60 orang. Suatu hal lainnya yang mendasar dalam penelitian ini adalah untuk kejahatan kerah putih (white collar crime) pelaksanaan pembinaannya diprioritaskan sebagaimana keluarnya Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.01-PW.11.01 Tahun 1991 tentang Pengawasan Khusus Terhadap Narapidana Kasus Subversi, Korupsi, Penyeludupan Narkotika dan Perjudian. Jadi di dalam surat keputusan tersebut ada salah satu jenis kejahatan kerah putih yang lebih membutuhkan perhatian pengawasan dibandingkan dengan kejahatan lainnya Sedangkan contoh-contoh dari kejahatan kerah putih itu sendiri adalah Kejahatan di sektor publik, kejahatan korporat, kejahatan terorganisir, kejahatan perbankan, kejahatan pasar modal, kejahatan internet, kejahatan konsumen dan persaingan usaha, kartu kredit, asuransi, kepailitan, pencucian uang, penggelapann pajak dan lain sebagainya. Jadi ada dimensi yang menarik untuk ditelaah dari kenyataan tersebut bahwa pelaku kejahatan pembunuhan bukanlah dari kalangan orang-orang yang mampu dari segi ekonomi, sedangkan kejahatan bisnis sebagaimana diterangkan di atas adalah dilakukan dari golongan mampu. Perbedaan latar belakang dan juga keinginan atau hal yang diharapkan dalam melakukan kejahatan tersebut jelas menjadi pembeda seseorang melakukan kejahatan dan juga jelas menjadi pembela bagaimana seseorang hams dibina Selain hal tersebut juga ada hal menarik lainnya yang juga menjadi latar belakang pemilihan judul di atas yaitu tentang beragamnya jenis kejahatan bisnis juga memberikan akomodasi terhadap peneliti untuk mengetahui perbedaan penggolongan kejahatan bisnis dengan kejahatan pembunuhan. Kejahatan pembunuhan diketahui secara jelas maknanya sedangkan kejahatan bisnis menjadi kabur maknanya karena ada beberapa tindak pidana di dalamnya. Jadi ada hal yang menarik untuk dikaji sehubungan dengan jurusan program studi yang sedang dijalani peneliti, khususnya pemahaman terhadap bentuk-bentuk kejahatan bisnis itu sendiri dan pertanggungjawaban pidananya. Adapun rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana pelaksanaan pembinaan narapidana yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan Klas I A Tanjung Gusta Medan? 2) Bagaimana pembinaan narapidana yang melakukan kejahatan bisnis dan narapidana melakukan kejahatan pembunuhan di Lembaga Pemasyarakatan Klas I A Tanjung Gusta Medan? Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis, yang dimaksudkan disini untuk memberikan gambaran tentang analisis hukwn mengenai pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana kejahatan pembunuhan dan narapidana kejahatan bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasyarakatan sebagai sub sistem peradilan pidana tidak dapat bekerja sendiri tanpa dibantu oleh sub sistem pidana yang lain yaitu : Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan. Dalam suatu sisteni apabila salah satu komponennya tidak berfungsi, maka sulit untuk mencapai tujuan yang dikehendaki oleh sistem tersebut yaitu mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan, menyelesaikan kasus-kasus yang dilaporkan masyarakat dan menghukwn yang bersalah sehingga masyarakat merasa puas bahwa hukum telah ditegakkan dan mencegah pelaku kejahatan untuk mengulangi kejahatan. Hubungan sub sistem peradilan pidana seperti bejana berhubungan yang saling mempunyai keterkaitan satu sama lain karenanya kegagalan yang diakibatkan satu komponen akan berlanjut terus sampai ke komponen lainnya.
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/7632
Appears in Collections:MT - Master of Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
031803040.pdfFulltext5.34 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.