Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/552
Title: Mobilitas Sosial Masyarakat Nelayan di Desa Tapak Kuda Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat
Authors: Syahputri, Ayu Wanda
Keywords: nelayan;kelas sosial;mobilitas sosial;fisherman;social class;social mobility
Issue Date: 2016
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Social Mobility is the displacement of a social class to other social class. In general, social mobility is easier happen to the sociaty who have an open stratification system. One of the sociaty that have an open stratification system is fisherman communities. Fisherman communities known is the poorest groups of sociaty compare to other subsystem sociaty. Based on these, to be seen know the social mobility that occur in fisherman communities that said to be at the lowest level of welshare. The sampling method used simple random sampling method. The sample used in this research were fisherman in Rural Tapak Kuda, District of Tanjung Pura, Langkat Regency. as much as 99 samples fisherman. Where 15 samples fisherman toke, 24 samples personal boat fisherman and 60 samples ordinary fisherman. The data used are primary data and secundary data. Data analysis method used the quantitative descriptive approach. Social mobility that occur in the fisherman communities in Rural Tapak Kuda, District of Tanjung Pura, Langkat Regency are vertical and horizontal social mobility. Social mobility occured in fisherman toke and boats fisherman is a vertical upword social mobility, while the social mobility that occurs in ordinary fisherman is horizontal social mobility.
Description: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mobilitas sosial yang terjadi pada masyarakat nelayan di Desa Tapak Kuda Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan di Desa Tapak Kuda dan sampel yang diambil adalah sebanyak 99 Nelayan dimana 15 orang sampel Nelayan Toke, 24 orang sampel Nelayan Perahu Pribadi dan 60 orang sampel Nelayan Biasa. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa umur sampel Nelayan Toke memiliki jumlah persentase yang sama untuk semua tingkat umur yaitu 33,33%, rata-rata umur sampel Nelayan Perahu Pribadi yaitu 40 sampai 50 tahun dengan persentase 79,16 % dan rata-rata umur sampel Nelayan Biasa yaitu 35-50 dengan persentase 45,00 %. Rata-rata pendidikan Nelayan Toke adalah SD dengan persentase 66,67 %, rata-rata Nelayan Perahu Pribadi adalah SD dengan persentase 95,83 % dan rata-rata pendidikan Nelayan Biasa adalah SD dengan persentase 76,67 %. Penghasilan Nelayan Toke rata-rata adalah kurang dari Rp. 4.000.000,- dengan persentase 60,00 %, penghasilan Nelayan Perahu Pribadi rata-rata adalah Rp.2000.000,- sampai Rp.2.500.000,- dengan persentase 79,17 % dan penghasilan Nelayan Biasa rata-rata adalah kurang dari Rp.2.000.000,- dengan persentase 66,67 %. Jumlah anak Nelayan Toke rata-rata adalah kurang dari 3 orang dengan persentase 53,33 %, jumlah anak Nelayan Perahu Pribadi rata-rata adalah 3 sampai 6 orang dengan persentase 70,83 % dan jumlah anak Nelayan Biasa rata-rata adalah 3 sampai 6 orang dengan persentase 56,66 %. Jumlah tangkapan Nelayan Toke rata-rata adalah 50 kg sampai 100 kg dan lebih dari 100 kg dengan persentase 40 %, jumlah tangkapan Nelayan Perahu Pribadi rata-rata adalah 15 kg sampai 25 kg dengan persentase 100 % dan jumlah tangkapan Nelayan Biasa rata-rata adalah 15 kg sampai 20 kg dengan persentase 98,33 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilitas sosial yang terjadi pada Nelayan Toke adalah mobilitas sosial vertikal ke atas yang dilihat dari pergerakan kehidupan Nelayan Toke yang rata-rata menjadi lebih baik lagi dengan persentase 93,33 %, mobilitas sosial yang terjadi pada Nelayan Perahu Pribadi adalah mobilitas sosial vertikal ke atas yang dilihat dari pergerakan kehidupan Nelayan Perahu Pribadi yang rata-rata menjadi lebih baik dengan persentase 83,34 % dan mobilitas sosial yang terjadi pada Nelayan Biasa adalah mobilitas sosial horizontal dilihat dari kehidupan Nelayan Biasa yang masih belum meningkat atau sama saja dengan persentase 58,33 %.
URI: https://repositori.uma.ac.id/123456789/552
Appears in Collections:SP - Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
128220013_file1..pdfCover155.13 kBAdobe PDFView/Open
128220013_file2.pdfAbstract127.63 kBAdobe PDFView/Open
128220013_file3.pdfIntroduction140.81 kBAdobe PDFView/Open
128220013_file4.pdfChapter I151.59 kBAdobe PDFView/Open
128220013_file5.pdfChapter II154.6 kBAdobe PDFView/Open
128220013_file6.pdfChapter III140.96 kBAdobe PDFView/Open
128220013_file8.pdfReference1.12 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.