Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22791
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSuprayitno-
dc.contributor.authorSitorus, Rynaldo Golom Tua-
dc.date.accessioned2024-01-24T08:11:21Z-
dc.date.available2024-01-24T08:11:21Z-
dc.date.issued2023-10-05-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22791-
dc.description87 Halamanen_US
dc.description.abstractKarya ini mengusulkan perancangan bangunan Museum Batak di Medan, Sumatera Utara, dengan menggunakan pendekatan arsitektur yang dipopulerkan oleh Robert Venturi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal masyarakat Batak ke dalam rancangan arsitektur museum, dengan memperhatikan prinsip postmodernisme yang diusung Venturi. Kajian diawali dengan analisis menyeluruh terhadap konteks sejarah, budaya, dan arsitektur setempat. Metode pengumpulan data meliputi survei lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan tinjauan literatur yang relevan. Hasil analisis ini akan menjadi dasar perancangan yang memperhatikan warisan budaya Batak dengan pendekatan inovatif. Pendekatan arsitektur Robert Venturi dicapai melalui penekanan pada elemen visual yang kuat, penggunaan tanda-tanda ikonik, dan kombinasi bentuk arsitektur modern dan elemen tradisional. Tujuan dari perancangan museum ini adalah untuk menciptakan ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai gudang peninggalan budaya, tetapi juga sebagai forum interaktif yang mendorong pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap sejarah dan budaya Batak. This work proposes the design of the Batak Museum building in Medan, North Sumatra, using the architectural approach popularized by Robert Venturi. The aim of this research is to integrate traditional values and local wisdom of the Batak people into the architectural design of the museum, taking into account the principles of postmodernism promoted by Venturi. The study begins with a thorough analysis of the local historical, cultural and architectural context. Data collection methods include field surveys, interviews with stakeholders, and reviews of relevant literature. The results of this analysis will become the basis for design that takes into account Batak cultural heritage with an innovative approach. Robert Venturi`s architectural approach is achieved through an emphasis on strong visual elements, the use of iconic signs, and a combination of modern architectural forms and traditional elements. The aim of designing this museum is to create a space that not only functions as a repository for cultural heritage, but also as an interactive forum that encourages people's understanding and appreciation of Batak history and culture.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;198140029-
dc.subjectmuseum bataken_US
dc.subjectrobert venturien_US
dc.subjectpost modernen_US
dc.subjectsejarah budaya arsitekturen_US
dc.subjectpeninggalan budayaen_US
dc.subjectbatak museumen_US
dc.subjectrobert venturien_US
dc.subjectpost modernen_US
dc.subjecthistory of architectural cultureen_US
dc.subjectcultural heritageen_US
dc.titlePerancangan Gedung Museum Batak di Medan Sumatera Utara Pendekatan Arsitek Robert Venturien_US
dc.title.alternativeDesign of the Batak Museum Building in Medan, North Sumatra, Approached by Architect Robert Venturien_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Architecture

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
198140029 - Rynaldo Golom Tua Sitorus - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.51 MBAdobe PDFView/Open
198140029 - Rynaldo Golom Tua Sitorus - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV1.05 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.