Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/2124
Title: Pola Komunikasi di Kalangan Kaum Lesbian di Komunitas CBM (Club Belok Medan)
Authors: Lyati, Rizky Eria
Keywords: Pola Komunikasi
Lesbian
Keterbukaan Diri
Issue Date: 12-Apr-2014
Abstract: Adapun perumusan masalahnya bagaimana pola komunikasi antar pribadi dikalangan kaum lesbian dikomunitas CBM (Club Belok Medan) dan juga bagaimana keterbukaan diri antar sesama kaum lesbi dan faktor penyebab terjadinya lesbian. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi pada kaum lesbi dikomunitas CBM (Club Belok Medan)", kemudian bagaimana faktor keterbukaan diri seorang lesbi dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan mereka menjadi lesbian. Penelitian ini bersifat deksriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kegiatan observasi non partisipan,wawancara dengan informan serta menggunakan analisis yang berawal dari interview (wawancara) dan studi kepustakaan peneliti melakukan analisis data secara kualitatif melalui teknik deskriptif. Data yang diperoleb dalam penelitian ini akan disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif, sebingga akan didapatkan gambaran, jawaban, serta suatu kesimpulan. Dari basil penelitian yang sudah dilakukan dapat diketabui bahwa Latar belakang terbentuknya komunitas ini adalah tempat mereka untuk mendapat pengakuan atau untuk dapat diakui oleb lingkungan sebagai kaum minoritas, tempat untuk bercerita antarsesama dengan tujuan agar mereka sebagai kaum minoritas dapat diakui dan dihargai selayaknya masyarakat biasa (heteroseksual) meskipun terjadinya penyimpangan seksual.Kegiatan yang dilakukan dikomunitas ini yaitu berkumpul bersama pada waktu 2 kali dalam seminggu untuk sating bercerita dan bertukar pikiran dan Gathering (acara besar) dilakukan sebulan sekali untuk memberikan kesempatan pada anggota yang berada diluar kota ikut berkumpul dan sating bertukar informasi dengan selurub anggota dikomunitas CBM (Club Belok Medan). Faktor penyebab terjadinya lesbian karena pengarub keadaan keluarga, kondisi bubungan orang tua, lingkungan pergaulan dan bawaan lahir. Kemudian pola komunikasi yang tetjadi antara ketua komunitas CBM (Club Belok Medan) dengan anggotanya menganut dalam pola hubungan komplementer dimana antara ketua komunitas dengan anggotanya sangat dominan karena ketua yang mengatur anggotanya dan anggotapun mengikutinya. Selanjutnya pola bubungan yang terbentuk antar sesama kaum lesbi menganut pola bubungan simetri yang terjadi antar anggota dikomunitas ini terbentuk dengan dasar keadaan sesama kaum lesbi selanjutnya keterbukaan diri sesama kaum lesbi sangat terbuka karena mereka merasa lebih nyaman dan untuk bercerita dengan sesama kaum lesbi dibandingkan dengan masyarakat normal. Selanjutnya pengungkapan diri menurut jendela jobari adalah didaerah kuadran terbuka yang saling terbuka satu sama lain antar label. Dari basil penetitian ini dapat disimputkan babwa kegiatan yang dilakukan pada komunitas ini yaitu berkumput untuk bercerita dan sating bertukar pikiran, waktu berkumpulnya komunitas ini 2 kali dalam seminggu dan juga Gathering (acara besar) yang dilakukan sebulan sekali, faktor penyebab terjadinya lesbian karena pengarub keadaan keluarga, kondisi hubungan orang tua, lingkungan pergaulan dan bawaan lahir. kemudian cara berpakaian kaum lesbi memiki pebedaan antar label yaitu butchi memiliki gaya yang sangat manly atau tomboy yang tidak peduli dengan penampilan, famme memeliki gaya yang seperti cewek asli dan juga andro yang memiliki gaya yang tomboy tetapi masih peduli dengan penampilannya. Selanjutnya pengungkapan diri menurut jendela jobari adalab didaerah kuadran terbuka yang sating terbuka satu sama lain antar labeL Dan peneliti menyarankan agar kaum lesbi melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih bersifat positif agar masyarakat dapat melihat dan memberi pandangan yang baik pada kaum lesbi, menjaga tingkab laku dan sopan santun dalam komunikasi dengan masyarakat dilingkungan sekitar dan juga menjaga tingkab laku untuk tidak selalu bemesraan ditempat umum, kemudian kepada orang tua untuk berhati-hati dengan lingkungan pergaulan anak-anak dan selalu memperhatikan anak-anak agar tidak merasa kekurangan perhatian keluarga dan juga buat anak-anak untuk berhati-bati memilih pergaulan agar tidak masuk kedalam pergaulan yang salab.
URI: http://hdl.handle.net/123456789/2124
Appears in Collections:SP - Communication Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
108530022_file1.pdfCover234.44 kBAdobe PDFView/Open
108530022_file2.pdfAbstract225.4 kBAdobe PDFView/Open
108530022_file3.pdfIntroduction257.55 kBAdobe PDFView/Open
108530022_file4.pdfChapter I234.64 kBAdobe PDFView/Open
108530022_file8.pdfReference1.32 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.