Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/2111
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorNoviyanti, Friska Rizki-
dc.date.accessioned2017-10-07T02:15:47Z-
dc.date.available2017-10-07T02:15:47Z-
dc.date.issued2012-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/123456789/2111-
dc.description.abstractPerkawinan campuran menurut pasal 57 UU NO.I Tahun 1974 merupakan perkawinan yang terjadi antara dua orang yang berbeda kewargenegaraan. Selama ini pemerintah Indonesia mengatur perkawinan campuran antara WNI dan WNA berdasarkan UU NO. 62 Tahun 1958 Tentang kewamegaraan RI, namun kemudian sejak tanggal 1 Agustus 2006 diperbaharui dengan UU No 12 Tahun Tentang kewamegaraan RT.Di dalam UU No . 12 Tahun 2006 dijelaskan bahwa anak hasil kawin campur dapat memiliki kewarnegaraan ganda terbatas ini hanya diperuntukan bagi anak basil perkawinan campur saja ,dimana setelah mereka dewasa secara hukum Indonesia yaitu usia 18 tahun dan mendapat tenggang waktu 3 tahun sampai dengan usia 21 tahun, diharuskan untuk memilih salah satu kewarnegaraan yang dimilikinya. Kota Medan termasuk salah satu kota yang memiliki penduduk dengan masyarakat yang melakukan perkawinan campuran. Dalam perkawinan campuran proses komunikasi harus efektit:karena proses komunikasi yang dipakai dalam hal ini adalah proses komunikasi antar budaya. Yaitu terjalinnya sebuah komunikasi interpersonal antara budaya.timur dan budaya barat. Komunikasi ini berlangsung bukan hanya untuk satu atau dua hari, tetapi komunikasi ini berlangsung selama warga asing menetap dan menjalin hubungan dengan warganegara Indonesia . Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan berkomunikasi yaitu untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain. Dan pola pendidikan anak merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di perkawinan campuran. Kebanyakan dari perkawinan campuran mereka lebih memilih konsep pendidikan warga asing dalam mendominasi hal pola pendidikan anak mereka.Hal ini dikarenakan warga asing menginginkan anak mereka mendapatkan pendidikan yang hampir setara dengan pendidikan yang ada di luar negeri. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses komunikasi antarbudaya dapat terjalin dengan baik dan efektif diantara ke empat pasangan pernikahan campuran.keseluruhan informan berusaha untuk menghormati dan menghargai perbedaan budaya dalam pemikahaan mereka . Mereka berusaha untuk membaur dan melebur dengan budaya pasangannya.Terjadi perubahan pandangan dunia (agama,nilai-nilai, dan prilaku) pada pasangan minoritas dan memilih untuk mengikuti keyakinan pasangan yang dominanen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectpengaruh komunikasi antar budayaen_US
dc.subjectkawin campuren_US
dc.titlePengaruh Komunikasi Antar Budaya Dalam Keluarga Kawin Campur Terhadap Pola Mendidik Anak Di Komplek Setia Budi Indah Medanen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Communication Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
088530032_File1.pdfCover761.9 kBAdobe PDFView/Open
088530032_File2.pdfAbstract1.25 MBAdobe PDFView/Open
088530032_File3.pdfIntroduction2.26 MBAdobe PDFView/Open
088530032_File4.pdfChapter I1.52 MBAdobe PDFView/Open
088530032_File8.pdfReference4.55 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.