Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/18495
Title: Identifikasi dan Infeksi Soil Transmitted Helminth pada Feses Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) Menggunakan Metode Natif di Kebun Binatang Medan Sumatera Utara
Other Titles: Identification and Infection of Soil Transmitted Helminth in Feces of Bornean Orangutan (Pongo Pygmaeus) Using Native Methods at Medan Zoo, North Sumatra
Authors: Limbong, Lasmega R.
Keywords: orangutan
soil transmitted helminth
metode natif
derajat infeksi
native method
degree of infection
Issue Date: 22-Sep-2022
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;188700016
Abstract: Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang berasal dari Asia yang dapat ditemukan di Sumatera dan Kalimantan. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) merupakan satwa yang terancam punah karena faktor kesehatan. Upaya konservasi sangat perlu di lakukan dalam mencegah kepunahan orangutan, salah satunya konservasi ex-situ di Kebun Binatang Medan. Konservasi ex-situ lebih besar resiko terinfeksi soil transmitted helminth. Soil transmitted helminth adalah nematoda yang membutuhkan tanah untuk mencapai fase infektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis soil transmitted helminth dari sampel feses orangutan Kalimantan serta mengetahui derajat infeksi soil transmitted helminth pada feses orangutan Kalimantan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2022 menggunakan metode natif. Terdapat 6 sampel feses orangutan dari 2 (dua) individu orangutan. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan 3 (tiga) jenis dari telur soil transmitted helminth pada kedua orangutan. Jenis soil transmitted helminth yang diidentifikasi adalah telur Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan Necator americanus. Derajat infeksi yang diperoleh yaitu kategori infeksi sedang (500-5000 butir telur). Orangutans are the only great apes from Asia that can be found in Sumatra and Kalimantan. Bornean orangutan (Pongo pygmaeus) is an animal that is threatened with extinction due to health factors. Conservation efforts really need to be done in preventing the extinction of orangutans. One of which is ex-situ conservation at the Medan Zoo. Ex-situ conservation greater risk of infection with soil-transmitted helminths. Soil transmitted helminth is nematodes that require soil to reach the infective phase. This study aims to identify the types of soil-transmitted helminth from Bornean orangutan faeces samples as well as knowing the degree of soil infection transmitted helminth in the feces of the Kalimantan orangutan. This research was carried out from February to April 2022 using the native method. There are 6 samples of orangutan feces from 2 orangutans. The results showed that there were 3 (three) species of eggs soil-transmitted helminth in both orangutans. Type of soil transmitted helminth identified was the egg of Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura and Necator americanus. The degree of infection obtained was category moderate infection (500-5000 eggs).
Description: 44 Halaman
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/18495
Appears in Collections:SP - Biology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
188700016 - Lasmega R. Limbong - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.4 MBAdobe PDFView/Open
188700016 - Lasmega R. Limbong - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV522.61 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.