Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/18243
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorMubarak, Ridho-
dc.contributor.advisorSiregar, Fitri Yanni Dewi-
dc.contributor.authorUtari, Dinda Puja-
dc.date.accessioned2022-09-29T02:46:39Z-
dc.date.available2022-09-29T02:46:39Z-
dc.date.issued2022-08-11-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/18243-
dc.description90 Halamanen_US
dc.description.abstractPerlindungan terhadap anak pada suatu masyarakat bangsa, merupakan tolak ukur peradaban bangsa tersebut, karenanya wajib diusahakan sesuai dengan kemampuan nusa dan bangsa. Perlindungan anak dalam tindak pidana kekerasan oleh anak perlu penerapan dari restorative justice terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana dan proses hukum yang di terapkan terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana berdasarkan putusan No. 54/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Mdn menjadi perhatian untuk di terapkan terhadap peristiwa kekerasan oleh anak. Metode penelitian yang dipergunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif, Teknik pengumpulan data Penelitian kepustakaan (Library Research). Penelitian lapangan (Field Research) yaitu dengan melakukan kelapangan dalam hal ini penulis langsung melakukan studi pada Pengadilan Negeri Medan dengan mengambil putusan yang berhubungan dengan judul skripsi yaitu kasus tentang tindak pidana kekerasan terhadap anak yaitu Putusan No. 54/Pid.Sus- Anak/2020/PN.Mdn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan diberlakukannya sarana nonpenal maka kebutuhan dalam penganggulangan kenakalan anak diharapkan dapat berorientasi untuk mencapai kondisi yang kondusif dengan mengkaji mengenai penyebab timbulnya kenakalan anak, yang nantinya akan digunakan untuk menentukan penerapan kebijakan dalam menangani anak yang melakukan tindak pidana. Sarana non-penal yang dapat ditempuh dalam proses mengadili suatu tindak pidana yang dilakukan oleh anak salah satunya adalah dengan penyelesaian restorative justice. Penerapan Restorative Justice terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana pada pokoknya merupakan persoalan yang sangat sederhana dan dapat dilakukan penyelesaian diluar pengadilan, apalagi anak pelaku tidak sengaja melemparkan batu yang mengenai anak korban, sebab anak korban yang kebetulan lewat dan melintas dijalan. Disinilah peran penegak hukum khususnya kepolisian dapat melaksanakan tugas dan fungsinya, menyelesaikan persoalan ini dengan pendekan keadilan restorative dan diversi. The protection of children in a nation's society is a benchmark for the nation's civilization, therefore it must be endeavored in accordance with the capabilities of the homeland and nation. Protection of children in criminal acts of violence by children requires the application of restorative justice against children as perpetrators of criminal acts and the legal process applied to children as perpetrators of crimes based on decision no. 54/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Mdn is a concern to be applied to incidents of violence by children. The research method used is normative juridical law research, data collection techniques library research (Library Research). Field research (Field Research), namely by doing spaciousness in this case the author directly conducts a study at the Medan District Court by taking a decision related to the title of the thesis, namely the case regarding the crime of violence against children, namely Decision No. 54/Pid.Sus-Child/2020/PN.Mdn. The results show that with the implementation of non-penal facilities, the need for dealing with juvenile delinquency is expected to be oriented towards achieving conducive conditions by examining the causes of child delinquency, which will later be used to determine the implementation of policies in dealing with children who commit criminal acts. Non-penal means that can be taken in the process of adjudicating a criminal act committed by a child, one of which is the completion of restorative justice. The application of Restorative Justice to children as perpetrators of criminal acts is basically a very simple matter and can be resolved outside the court, especially when the child of the perpetrator accidentally throws a stone that hits the victim's child, because the victim's child who happens to pass and cross the road. This is where the role of law enforcement, especially the police, can carry out their duties and functions, solving this problem with a restorative justice approach and diversion.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;188400273-
dc.subjectrestorative justiceen_US
dc.subjectkekerasanen_US
dc.subjectperlindungan anaken_US
dc.subjectviolenceen_US
dc.subjectchild protectionen_US
dc.titlePenerapan Restorative Justice Terhadap Anak dalam Tindak Pidana Kekerasan Oleh Anak (Studi Putusan No. 54/Pid.Sus-Anak/ 2020/Pn.Mdn)en_US
dc.title.alternativeApplication of Restorative Justice Against Children in Criminal Acts of Child Violence (Judgment Study No. 54/Pid.Sus-Anak/ 2020/Pn.Mdn)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Criminal Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
188400273 - Dinda Puja Utari - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.08 MBAdobe PDFView/Open
188400273 - Dinda Puja Utari - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV403.8 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.