Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/17863
Title: Evaluasi Tebal Perkerasan Kaku Pada Proyek Jalan Tol Tebing Tinggi - Inderapura
Other Titles: Evaluation of Rigid Pavement Thickness on High Cliff Toll Road Project - Inderapura
Authors: Kamaluddin
Hermansyah
Ryiski, Hidayah
Keywords: jalan tol
perkerasan kaku metode bina marga
toll road
rigid pavement method of bina marga
Issue Date: Mar-2022
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;168110066
Abstract: Perencanaan Perkerasan Kaku adalah suatu struktur yang terdiri atas pelat beton semen yang bersambung tanpa atau dengan tulangan, atau menerus dengan tulangan, terletak di atas lapis pondasi bawah atau tanah dasar, tanpa atau dengan lapis permukaan beraspal. Perencanaan perkerasan kaku ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan berapa tebal lapis perkerasan kaku yang dibutuhkan untuk dapat menahan beban lalu lintas dengan Metode Bina Marga 2017 dan Metode AASHTO 1993, apakah dengan Metode Bina Marga 2017 dan AASHTO 1993 tersebut aman untuk menahan beban lalu lintasnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbandingan tebal lapis perkerasan kaku Jalan Tol Tebing Tinggi – Inderapura. Perencanaan perkerasan kaku ini meliputi perhitungan tebal lapis dan perencanaan sambungan. Perencanaannya menggunakan metode Bina Marga meliputi penentuan umur rencana, volume kelompok sumbu kendaraan niaga, struktur pondasi, daya dukung tanah efektif, struktur lapisan perkerasan dan menentukan jenis sambungan. Sedangkan perencanaan dengan metode AASHTO meliputi analisa lalu lintas, serviceability, reability, standar normal deviasi, CBR dan modulus reaksi tanah dasar. Dari hasil perencanaan dihasilkan variasi tebal lapis untuk perkerasan kaku yang dalam perencanaan tersebut telah memenuhi syarat kekuatan dan keamanan struktur. Pada metode Bina Marga 2017 digunakan tebal lapis perkerasan kaku dengan tebal 30,5 cm. Pada metode AASHTO 1993 digunakan tebal lapis perkerasan kaku dengan tebal 20 cm. Design of Rigid Pavement is a structure consisting of cement-concrete slabs that are connected without or with reinforcement, or continuously with reinforcement, located above the sub-base layer or subgrade, without or with an asphalt surface layer. This rigid pavement design is carried out to find out the comparison of how thick the rigid pavement layer is needed to be able to withstand traffic loads with the 2017 Bina Marga Method and 1993 AASHTO Method, whether the 2017 Bina Marga Method and 1993 AASHTO Method are safe to withstand the traffic load. The aim is to determine the ratio of the thickness of the rigid pavement layers of the Tebing Tinggi – Inderapura Toll Road. This rigid pavement design includes the calculation of layer thickness and connection planning. The planning using the Bina Marga method includes determining the design life, volume of commercial vehicle axle groups, foundation structure, effective soil carrying capacity, pavement layer structure and determining the type of connection. Meanwhile, the planning using the AASHTO method includes traffic analysis, serviceability, reliability, normal standard deviation, CBR and subgrade reaction modulus. From the results of the planning resulted in variations in layer thickness for rigid pavements which in the planning have met the requirements for strength and structural safety. In the 2017 Bina Marga method, a rigid pavement layer thickness of 30.5 cm is used. In the 1993 AASHTO method, a rigid pavement layer thickness of 20 cm was used.
Description: 87 Halaman
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/17863
Appears in Collections:SP - Civil Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
168110066 - Hidayah Ryiski - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV307.23 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
168110066 - Hidayah Ryiski - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III, Bibliography1.57 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.