Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/16108
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSuprayitno-
dc.contributor.advisorRambe, Yunita Syafitri-
dc.contributor.authorIslamiyati-
dc.date.accessioned2021-12-23T10:29:10Z-
dc.date.available2021-12-23T10:29:10Z-
dc.date.issued2021-01-04-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/16108-
dc.description132 Halamanen_US
dc.description.abstractWanita karir memiliki kesibukan sebagai rutinitas harian, karena tuntutan pekerjaan dan tuntutan hidup yang lebih tinggi. Aktivitas tersebut akan mengakibatkan kelelahan, perasaan jenuh juga stress karena tekanan pekerjaan, yang semua itu akan berdampak buruk pada kesehatan dan kecantikan wanita. Hal tersebut menunjukkan pentingnya pusat kecantikan di Kota Medan. Sebuah pusat kecantikan terlengkap untuk kalangan menengah atas yang dapat mewadahi beberapa fasilitas diantaranya pelayanan kecantikan, pelayanan kesehatan, dan kelas belajar. Dalam proses perancangan, metode yang dilakukan yaitu menentukan ide rancangan, kemudian dikembangkan dengan mengumpulkan data dan dikelola dengan cara menganalisis, kemudian hasil analisis dapat menjadi konsep dalam merancang. Tema bioklimatik memiliki keterkaitan, dan tepat untuk diterapkan pada bangunan pusat kecantikan di Kota Medan, sebab arsitektur bioklimatik merupakan arsitektur yang berlandaskan pada pendekatan desain pasif dan minimum energi dengan memanfaatkan energi alam iklim setempat untuk menciptakan kondisi kenyamanan bagi penghuninya sehingga akan menambah kesan yang baik untuk wanita yang ingin menghilangkan rasa lelah jenuh dan stress. Career women have a busy life as a daily routine, because of the higher demands of work and life. These activities will result in fatigue, feelings of boredom and stress due to work pressure, all of which will have a negative impact on women's health and beauty. This shows the importance of a beauty center in Medan City. A complete beauty center for the upper middle class that can accommodate several facilities including beauty services, health services, and study classes. In the design process, the method used is to determine the design idea, then it is developed by collecting data and managed by analyzing, then the results of the analysis can become a concept in designing. The bioclimatic theme has a relationship, and is appropriate to be applied to beauty center buildings in the city of Medan, because bioclimatic architecture is architecture based on a passive design approach and a minimum of energy by utilizing the natural energy of the local climate to create comfortable conditions for residents so that it will add a good impression to women who want to relieve fatigue and stress.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;168140016-
dc.subjectkecantikanen_US
dc.subjectkesehatanen_US
dc.subjectkebugaranen_US
dc.subjectbioklimatiken_US
dc.subjectbeautyen_US
dc.subjecthealthen_US
dc.titlePerancangan Pusat Kecantikan di Medan Dengan Tema Arsitektur Bioklimatiken_US
dc.title.alternativeDesign of Beauty Centers in Medan with Bioclimatic Architecture Themeen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Architecture

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
168140016_Islamiyati_Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III, Bibliography2.48 MBAdobe PDFView/Open
168140016_Islamiyati_Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV902 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.