Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/13319
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorLubis, Abdul Mutalib-
dc.date.accessioned2021-03-24T06:55:28Z-
dc.date.available2021-03-24T06:55:28Z-
dc.date.issued2003-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/13319-
dc.description74 Halamanen_US
dc.description.abstractOtonomi daerah telah membawa perubahan sikap dan cara pandang pemerintah daerah dan masyarakat daerah yang semula lebih banyak menggantungkan diri pada pemerintah pusat menjadi lebih mandiri. Meskipun masih terjadi perdebatan antara pemerintah pusat dan daerah, namun UU nomor 22 tahun 1999 dan undang undang nomor 25 tahun 1999 telah cukup tajam memberikan arah pelaksanaan otonomi daerah dengan asas desentralisasi dengan segala implikasinya. Satu tahun pelaksanaan otonomi daerah sejak berlakunya undang undang 22 tahun 1999 dan undang undang 25 tahun 1999 secara efektif, perlu di evaluasi untuk dilakukan penyempurnaan pada bagian tertentu yang masih ada kelemahan. Hal ini sesuai pula dengan amanat ketetapan MPR nomor IV tahun 2000 yang memandang perlu adanya revisi agar dapat memenuhi isi jiwa pasal 18 undang undang tahu n1945en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectfilosofien_US
dc.subjectotonomi daerahen_US
dc.subjectUU No 22/1999en_US
dc.subjectNo 25/1999en_US
dc.titleFilosofi Otonomi Daerah Dikaitkan Dengan UU Nomor 22/1999 Dan No 25/1999en_US
dc.title.alternativeThe Philosophy of Regional Autonomy Related to Law No. 22/1999 and No. 25/1999en_US
dc.typeKarya Tulis Dosenen_US
Appears in Collections:Scientific Work

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
KI - Abd. Mutalib Lubis - Filosofi Otonomi Daerah Dikaitkan dengan UU.pdfScientific Work15.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.