Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/12804
Title: Pemanfaatan Biofumigan Kubis-Kubisan dan Bibit Pisang Bermikoriza dalam Uaya Penurunan Propagul Patogen Layu Bakteri dan layu Fusarium Dalam Rangka Percepatan Rehabilitasi Lahan endemik Pertanaman Pisang Barangan Sumatera Utara
Other Titles: Utilization of Cabbage-Cabbage Biofumigant and Mycorrhizal Banana Seeds in Reducing the Propagule of Bacterial Wilt and Fusarium Wilt in the Context of Accelerating Rehabilitation of Endemic Lands in North Sumatra Barangan Banana Plantation
Authors: Indrawati, Asmah
Suswati
Nasir, Nasril
Keywords: fungsi mikoriza arbaskular
blood disease bacterian
lahan endemic
Issue Date: Jan-2013
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Introduksi FMA indigenus saat aklimatisasi merupakan solusi yang dapat dilakukan dalam upaya menginduksi ketahanan tanaman terhadap patogen sekaligus meningkatkan pertumbuhan tanaman. Disamping itu aplikasi biofumigan Brassicaceae mampu menurunkan secara nyata jumlah propagul BDB di dalam media tanam. Pada kegiatan penelitian Tahun 2 dilakukan 2 tahap kegiatan yaitu Tahap l .Pembibitan tanaman pisang Barangan dengan aplikasi FMA multispora dan Biofumigan Brassicaceae (aplikasi dosis terbaik untuk 3 jenis Brassicaeae). Tahap 2. Pengujian lapang bibit pisang Barangan di lahan endemik penyakit layu.. Pada tahap 1 dilakukan penggabungan 3 isolat FMA yang terseleksi dalam meningkatkan ketahanan bibit pisang Barangan di rumah kawat yang dikombinasikan. dengan aplikasi 3 jenis Brassicaceae sebagai sumber biofumigan dengan dosis 375 g/kg media tanam. Brassicaceae diblender dan diaplikasikan ke media tanam selanjutnya diinkubasi selama 14 -hari untuk merilaksimalkan fungsi biofumigan. Pada hari ke-14 dilakukan pemindahan bibit pisang Barangan beimikoriz.a, sekaligus dilakukan pemupukan dosis 25% rekomendasi. Tanaman dipelihara di rumah pembibitan selama 3 bulan dengan melakukan penyiraman dan penyiangan gulma secara manual. Parameter pengamatan: pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah daun, lingkar batang, berat basah, berat · kering tanaman, berat akar, berat bagian atas tanaman), perkembangan FMA (persentase, intensitas kolonisasi, kepadatan spora dan struktur kolonisasi), analisis hara jaringan tanaman. Pada tahap 2 dilakukan penanaman bibit pisang Barangan ke lapangan. Bibit pisang ditanam dengan ukuran lubang tanam 40 cm x 40 cm x 40 cm dan jarak tanam 2.5 m x 2.5 m. Ke dalam setiap lubang tanam dimasukkan hasil blender masing-masing jenis Brassicace (dosis 375 g/tanaman; 100 ml dilakukan secara terpisah sesuai perlakuan jenis Brassicaceae dan diinkubasikan selama 14 hari). Hasil aplikasi multispora fMA yang dikombinasi dengan masing-masing jenis Brassicaceae pa4a saat aklimatisasi dapat meningkatkan ketahanan bibit terhadap BDB dan Foe dalam penguji~ rumah kawat. Disamping itu secara · nyata dapat memicu pertumbuhan tanaman pisang yang tingkat ketergantungannya tinggi terhadap FMA dibanding kontrol. Aplikasi tiga jenis Brassicaceae menyebabkan perbedaan yang nyata dalam meningkatkan tinggi, jumlah daun dan lingkar batang tanaman dibanding kontrol. Pada tahap 2 diperoleh basil bahwa pertumbuhan tanaman pisang di lapangan ditemuk:an sangat baik. Hingga tanaman berun;mr 2.5 bulan belum ditemuk:an serangan BDB sementara serangan Foe ditemuk:an dalamjumlah rendah 5%- 10%. Tanaman pisang masih berumlir 2.5 bulan sehingga masih dilakukan lanjutan pengamatan pertumbuhan hingga periode panen pertama. Luaran penelitian diantaranya : Produk penelitian berupa bibit pisang Barangan sehat, draft tehnologi tepat guna penggunaan biofumigant Brassicaceae pada pembibitan dan penanaman pisang di lahan endemic, publikasi di jurnal nasional terakreditasi HPT Tropika Unila, artikel ilmiah pada prosiding Seminar Internasional ISSH _ HSS Universitas Bengkulu.
Description: 50 Halaman
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/12804
Appears in Collections:Report Research



Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.