Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/12485
Title: Radikal Dalam Pandangan Al-Qur’an
Other Titles: Radicals In View of the Qur'an
Authors: Zuhri, Ahmad
Keywords: radikal
islam
Issue Date: 1-Nov-2019
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: radical terminology and radicalism are identified with Islam. So is the terminology of terror and terosis, identified with Islam or with Muslims. Whereas Islam strongly condemns acts of terror or its understanding (terosism). Radical comes from the word radik which means root. From an Arabic perspective, radicals are known as At-Tatarruf, or At-Tarfu, Al-Itraf, At-Tatrif, meaning extreme. Derived from the word Tarfun, which means edge, extreme left, extreme right, left edge, right edge. It means too skewed. Very good people are called radicals, people who are very indifferent are also radicalized. In the approach of language, edge or edge in question is to take the religion that is the edge only. If you look at the social condition, the political condition of Muslims, is a phenomenon where Muslims today are already losers. Perhaps this is the meaning of the hadeeth hinted by the Messenger of Allah, "One day my people are like the flesh that the wolf is fighting for." Friend asked, "O Messenger of Allaah, will we be few?" He said, "No! You are many, but you are like the froth of the sea by the waves." This is the phenomenon that occurs, Muslims feel a minority at the time he majority.
Description: terminologi radikal dan radikalisme itu diidentikkan dengan Islam. Begitu juga dengan terminologi teror dan terosis, diidentikkan dengan Islam atau dengan orang-orang Islam. Padahal Islam sangat mengutuk perbuatan terror ataupun pemahamannya (terosisme).Radikal berasal dari kata radik yang artinya akar. Dalam perspektif bahasa Arab, radikal dikenal dengan istilah At-Tatarruf, atau At-Tarfu, Al-Itraf, At-Tatrif, yang artinya ekstrim. Berasal dari kata Tarfun, yang artinya pinggir, ekstrim kiri, ekstrim kanan, pinggir kiri, pinggir kanan. Artinya terlalu condong. Orang yang teramat baik disebut radikal, orang yang sangat tidak peduli juga radikal. Dalam pendekatan bahasa, tepi atau pinggir yang dimaksud adalah mengambil agama itu yang bagian tepinya saja.Kalau melihat kondisi sosial, kondisi politik umat Islam, adalah sebuah fenomena dimana umat Islam hari ini sudah menjadi pecundang. Mungkin inilah makna hadits yang diisyaratkan oleh Rasulullah, “Suatu saat umatku seperti daging yang diperebutkan serigala.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah jumlah kami nanti sedikit?” Rasul menjawab, “Tidak! Kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan yang diombangambingkan oleh ombak.” Inilah fenomena yang terjadi, umat Islam merasa minoritas di saat ia mayoritas.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/12485
Appears in Collections:Buletin Taqwa

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Ahmad Zuhri - Radikal Dalam Pandangan Al-Quran.pdfArticle242.46 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.