Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/12377
Title: Apa Sebab Dikatakan Shalat itu Tiang Ad-Din
Authors: Tarigan, Azhari Akmal
Keywords: ad-din
shalat ting agama
Issue Date: 18-Apr-2019
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Di dalam sebuah hadits Nabi Saw bersabda yang artinya, “Shalat itu tiang agama, siapa yang mendirikannya berarti dia menegakkan agama, siapa yang meninggalkannya, mengabaikannya, maka sesungguhnya dia menghancurkan agama.” Paling tidak shalat disebut tiang agama didasarkan pada dua hal, yang pertama selalu saja para ulama mengibaratkan Islam itu sebagai sebuah bangunan. Sebuah bangunan membutuhkan asas, membutuhkan dasar, itulah yang disebut dengan syahadat. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadarrasuulullaah, itu adalah pondasinya agama. Pondasi yang kuat akan sangat ditentukan tauhid yang kuat. Pada saat orang mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah, dia orientasikan hidupnya hanya untuk Allah. Dia merasa diawasi oleh Allah, dia merasa dilihat oleh Allah, dia merasa dipantau oleh Allah, dan segala yang dia kerjakan untuk Allah. Maka pada saat itu dia memiliki tauhid atau asas yang kuat. Kalau kita sederhanakan, hidup kita ini berkisar pada tiga hal, yang pertama adalah Bismillah, mengawali segala aktifitas dengan menyebut nama Allah. Yang kedua, Ma‟allah, kebersamaan bersama Allah, kita merasa kita tidak sendiri dalam hidup ini, kita merasa tidak sendiri melakukan apapun. Tapi ada Allah yang menyertai kita, ada Allah yang membimbing kita, ada Allah yang mengawasi kita, itu namanya Ma‟allah. Dan untuk apa semuanya itu? Itu Lillah.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/12377
Appears in Collections:Buletin Taqwa

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Azhari Akmal Tarigan - Apa Sebab Dikatakan Shalat itu Tiang Ad-Din.pdfarticle205.91 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.