Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/11598
Title: Implementasi Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (Simbada) pada Pemerintah Daerah (Studi pada Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan)
Authors: Warjio
Isnaini
Rambe, Khoirul Anwar
Keywords: implementasi kebijakan
sistem informasi manajemen
barang daerah
implementation of policy
information system management
regional goods
Issue Date: 15-May-2018
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;161801007
Abstract: Regional Goods Information Management System (SIMBADA) is organized with the aim to produce the necessary information as a tool of accountability for the implementation of APBN / APBD as well as management / control of Regional Property controlled by a unit of accounting user of goods. This application program is used for the management of BMD cover planning, procurement, administration, deletion and accounting of regional goods. SIMBADA application developed in two base, which is based desktop and Web-based and can be connected with Geographic Information System (GIS). Advantages and Benefits SIMBADA Implementation, among others according to legislation, integrated, transfer of knowledge, continuity of maintenance and easy to use.This study aims to know and analyze the Implementation of Information System Application Management Regional Area Goods (SIMBADA) On Financial Management Agency, Income And Assets Tapanuli Selatan. Samples were taken in total sampling, which amounted to 44 people. Data analysis with descriptive analysis by using frequency table. The results of this study indicate that the Implementation of Information System of Local Goods Management (SIMBADA) at the Financial Management, Income and Asset Board of South Tapanuli Regency is seen from the communication, resources, disposition or attitude of the implementers, and the bureaucratic structure has been run effectively in accordance with existing provisions on BMD management procedures mandated in Government Regulation No. 27 of 2014 on the Management of State / Regional Property. Obstacles in Implementation of Information System Management of Regional Goods (SIMBADA) at the Finance, Revenue and Asset Management Board of South Tapanuli Regency are: The existence of an application system that is not yet available in SIMBADA; Lack of data availability in the field; Lack of Human Resources, especially asset management or property owned by region with background of Information Technology.
Description: Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA) diselenggarakan dengan tujuan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan sebagai alat pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN / APBD serta pengelolaan/pengendalian Barang Milik Daerah yang dikuasai oleh suatu unit akuntansi pengguna barang. Program aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan BMD meliputi perencanaan, pengadaan, penatausahaan, penghapusan dan akuntansi barang daerah. Aplikasi SIMBADA dikembangkan dalam dua basis, yaitu berbasis dekstop dan berbasis Web serta dapat dikoneksikan dengan Geographic Information System (GIS). Keunggulan dan Manfaat Penerapan SIMBADAantara lain sesuai peraturan perundang-undangan, terintegrasi, transfer of knowledge, kesinambungan pemeliharaan dan mudah digunakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah Barang Daerah (SIMBADA) Pada Badan pengelola Keuangan, Pendapatan Dan Aset Kabupaten Tapanuli Selatan. Sampel diambil secara total sampling, yang berjumlah 44 orang. Analisis data dengan analisis deskriftif dengan menggunakan tabel frekwensi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA) pada Badan pengelola Keuangan, Pendapatan Dan Aset Kabupaten Tapanuli Selatandilihat dari komunikasi, Sumber daya, Disposisi atau sikap para pelaksana, dan struktur birokrasitelah berjalan secara efektif sesuai dengan ketentuan yang ada pada Prosedur pengelolaan BMD yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Kendala dalam Implementasi Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA) pada Badan pengelola Keuangan, Pendapatan Dan Aset Kabupaten Tapanuli Selatan adalah:Adanya sistem aplikasi yang belum tersedia di SIMBADA;Kurangnya ketersediaan data di lapangan; Kurangnya Sumber Daya Manusia khususnya pengelola asset atau barang milik daerah yang berlatar belakangTeknologi Informasi.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/11598
Appears in Collections:MT - Master of Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
161801007 - Khairul Anwar - Fulltext.pdfCover, Abstract, Cover, Chapter I, II, III, Bibliography538.42 kBAdobe PDFView/Open
161801007 - Khairul Anwar - Chapter IV - V.pdf
  Restricted Access
Chapter IV783.68 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.