Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/11592
Title: Hubungan antara Self Efficacy dengan Kebermaknaan Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan
Authors: Istiana
Novita, Eryanti
Br Nainggolan, Marista
Keywords: self efficacy
the meaning of life
kebermaknaan
hidup
Issue Date: 26-Sep-2019
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;178600464
Abstract: This study aims to find out relationship between self-efficacy and meaning of life. The hypothesis proposed in this study states that there is a positive relationship between self-efficacy and meaning of life, assuming that the higher is self efficacy, the higher meaning of life will be and conversely the lower is the self-efficacy, the lower will the meaning of life be. The subjects of this patients undergoing hemodialysis in a special hospital kidney rasyida, Medan consisting of 50 people drawn by using purposive sampling technique. Data were obtained from a scale to measure life-efficacy. The calculation was performed by a pre-requisite test analysis (assumption test) consisting of normality test and linearity test. Data analysis was performed by using Product Moment Correlation Analysis through SPSS 18 for Windows. The results of data analysis showed that r = 0,742 and p = 0.000 (p <0.05), which indicates that there is a positive relationship between self-efficacy and meaning of life. The results of this study indicate that the contribution of (R2) to the variable of self-efficacy on the meaning of life is 55,1% percent, while the remaining 44,9 % percent is influenced by other factors not examined in this study. Based on these results, it is concluded that the hypothesis is aceepted, and there is a positive relationship between self-efficacy and meaning of life.
Description: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebermaknaan hidup dengan self efficacy. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara self efficacy dengan kebermaknaan hidup, dengan asumsi semakin tinggi kebermaknaan hidup, maka semakin tinggi self efficacy dan sebaliknya semakin rendah kebermaknaan hidup, maka semakin rendah self efficacy . Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani Hemodialisis yang berjumlah 50 pasien di RS Khusus Ginjal Rasyida yang menjadi subjek penelitian. Data diperoleh dari skala untuk mengukur kebermaknaan hidup dan self efficacy. Perhitungan dilakukan dengan melakukan uji prasyarat analisis (ujiasumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment melalui bantuan SPSS 18 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,742 dan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Ini menunjukkan ada hubungan positif antara kebermaknaan hidup dengan self efficacy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel self efficacy terhadap kebermaknaan hidup sebesar 55,1%, selebihnya 44,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian ada hubungan positif antara self efficacy dengan kebermaknaan hidup dapat diterima.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/11592
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
178600464 - Marista BR Naninggolan - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, Biblioghraphy2.61 MBAdobe PDFView/Open
178600464 - Marista BR Naninggolan - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV891.97 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.