Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9921
Title: Peranan Komunikasi Interpersonal Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provsu dalam Melakukan Mediasi Terhadap Anak Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga
Authors: Siagian, Idamayanti
Advisor: Ritonga, Syafruddin
Matondang, Armansyah
Keywords: komunikasi interpersonal;mediasi;anak korban kekerasan
Issue Date: 2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: This research is conducted to see the role of P2TP2A in mediating the victims of violence which increase every year. The problem in this research is how the role of P2TP2A’s interpersonal communication in mediating the child victims of violence in North Sumatera Indonesia. while the purpose of this research is to know the role of interpersonal communication of P2TP2A in mediating to victims of child abuse. This research uses qualitative descriptive, data collection techniques in this study were carried out by interview with Mr. Hamzah as head of P2TP2A and children who become victim. From The results of this study indicate that the main of child abuse is caused by economic factors and in commonly children who do not dare to fight their parents. So the conclusion in this research is that the P2TP2A become mediator to solve their problems.
Description: Penelitian ini dilatar belakangi untuk melihat peran dari P2TP2A dalam melakukan mediasi terhadap korban kekerasan yang setiap tahunnya kian meningkat, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan komunikasi interpersonal P2TP2A dalam melakukan mediasi terhadap anak korban kekerasan di Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan komunikasi interpersonal P2TP2A dalam melakukan mediasi terhadap anak korban kekerasan. Penelitian ini mengunakan Metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi dengan Bapak Hamzah selaku Koordinator dibagian P2TP2A dan juga anak korban. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas kekerasan terhadap anak disebabkan oleh faktor ekonomi dan pada umumnya anak- anak yang mengalami tindak kekerasan tidak berani melakukan perlawanan kepada orangtua. Jadi simpulan dalam penelitian ini bahwasanya pihak P2TP2A hanya menjembatani kedua belah pihak baik terlapor maupun pelapor untuk menyelesaikan masalah mereka.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9921
Appears in Collections:SP - Communication Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Idamayanti Siagian_FullText.pdfFulltext800.32 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.