Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9787
Title: Uji Efektifitas Jamur Entomopatogenik Metarhizium anisopliae dan Beauvaria bassiana Terhadap Mortalitas Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) pada Chipping Batang Kelapa Sawit
Authors: Sitinjak, Even Supandi
Advisor: Astuti K, Retna
Maimunah
Keywords: kelapa sawit;oryctes rhinoceros;metarhizium anisopliae;beauvaria bassiana;palm oil
Issue Date: 28-Sep-2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Oryctes rhinoceros is the main pest of oil palm plant by broaching the point of growing plants, the building will die. Oryctes rhinoceros is both mechanically and chemically, but will still produce high Oryctes rhinoceros. Therefore, it is necessary to have more effective methods, which is to utilize the life of Metarhizium anisopliae and Beauvaria bassiana. This used study factorial randomized block design with 2 factors where factor 1 was the application of entomopathogenic fungi with 3 levels, namely Sipermetrin (control), Metarhizium anisopliae 50 gr / L, Beauvaria bassiana 50 gr / L. While factor 2 was the larvae of Oryctes rhinoceros with 3 levels of drying, namely instar I, II and III. The method of application of entomopathogenic fungi is to dissolve into the water, then spray it on the chipping of palm oil stems where the larvae of Oryctes rhinoceros live by using hand sprayer. The results of this study indicate that the application of Metarhizium anisopliae is more effective than Beauvaria bassiana. The fastest time of death of larvae with Metarhizium anisopliae was 13.67 HSA, LT50 30.33 HSA and mortality reached 83.33%. The fastest mortality of Beauvaria bassiana was 16 HSA, LT50 33.67 HSA and Mortality reached 86.67%.
Description: Oryctes rhinoceros adalah hama utama tanaman kelapa sawit dengan menggerek titik tumbuh tanaman, sehingga tanaman akan mati. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan Oryctes rhinoceros baik mekanis ataupun kimia, akan tetapi populasi Oryctes rhinoceros tetap tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan cara yang lebih efektif dalam pengendalian Oryctes rhinoceros, salah satunya adalah dengan pemanfaatan agen hayati Metarhizium anisopliae dan Beauvaria bassiana. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) factorial dengan 2 faktor dimana faktor 1 adalah aplikasi jamur entomopatogenik dengan 3 taraf perlakuan yaitu Sipermetrin (kontrol), Metarhizium anisopliae 50 gr/L, Beauvaria bassiana 50 gr/L. Sementara faktor 2 adalah instar larva Oryctes rhinoceros dengan 3 taraf perlakuan yaitu instar I, II dan III. Cara aplikasi jamur entomopatogenik adalah dengan melarutkan jamur kedalam air, kemudian disemprot pada chipping batang kelapa sawit tempat larva Oryctes rhinoceros hidup dengan menggunakan handsprayer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Metarhizium anisopliae lebih efektif dari pada Beauvaria bassiana. Waktu kematian tercepat larva dengan Metarhizium anisopliae adalah 13,67 HSA, LT50 30,33 HSA dan Mortalitas mencapai 83,33%. Kematian tercepat Beauvaria bassiana adalah 16 HSA, LT50 33,67 HSA dan Mortalitas mencapi 86,67%.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9787
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Even Supandi Sitinjak - fulltext.pdfFulltext1.72 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.