Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9753
Title: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah di Kota Medan
Authors: Arafah, Siti Nur
Advisor: Lubis, Yusniar
Saragih, Faoeza Hafiz
Keywords: permintaan bawang merah;harga;pendapatan;jumlah tanggungan;demand;shallot;price;income
Issue Date: 27-Sep-2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Shallot are a horticultural commodity classified as vegetable spices that serve as a seasoning for food and traditional medicine. The importance of shallot for cooking makes the demand for shallot continue to increase every year. This research aims to see what factors influence the demand for shallot in Medan City. This research was conducted in Medan Deli Market and Kemiri Market. Sampling us this research used the Accidental Sampling method, which determines the sample based on people who are accidentally encountered in the study area. The number of samples examined in this research is 40 samples of shallot consumers. This research uses Classical Assumption Test and Multiple Linear Regression Methods. The variables studied were the price of shallot, the income of consumers, the number of family members and the price of yellow onion. The result of this research indicates that the factor that influence the demand for shallot are the price of shallot, the income of consumers and the number of family members, while those that do not affect is the price of yellow onion.
Description: Bawang merah (Allium ascalonicum, L) atau dikalangan internasional menyebutnya shallot merupakan komoditi hortikultura yang tergolong sayuran rempah. Bawang merah tergolong komoditi yang mempunyai nilai jual tinggi dipasaran. Hampir seluruh masakan pada umumnya menggunakan bawang merah sebagai bumbu penyedap, sehingga membuat kebutuhan akan bawang merah tersebut begitu besar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan terhadap bawang merah di Kota Medan. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di Pasar Medan Deli dan Pasar Kemiri. Dari seluruh populasi konsumen bawang merah di kota Medan diambil 40 sampel konsumen bawang merah, dimana ditiap pasar yang telah ditentukan diambil 20 sampel konsumen. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan metode penelusuran (Accidental Sampling) yaitu pengambilan responden dari konsumen yang kebetulan sedang berbelanja bawang merah dilokasi penelitian. Data yang diperoleh adalah data primer dan data skunder. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda dengan alat bantu prangkat lunak spss 22 dan uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian besar sampel konsumen tertinggi berada di kelompok umur 25-29 tahun dengan presentase 22,5%. Pendidikan sampel konsumen tertinggi berada pada tingkat SMA dengan presentase 60%, jumlah tanggungan konsumen yang terbesar berada pada kelompok 0 – 2 jiwa dengan presentase 67,5%. jumlah pendapatan konsumen bawang merah terbesar berada pada kelompok < 2.000.000 dengan presentase 55%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak, permintaan bawang merah dipengaruhi oleh harga bawang merah, pendapatan konsumen, jumlah tanggungan dan harga bawang bombay kuning dimana F-Hitung (10,072) > F-Tabel (2,63) pada ∝ = 5%. Secara parsial, variabel harga bawang merah, pendapatan konsumen dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh secara nyata terhadap jumlah permintaan bawang merah. Dan untuk variable harga bawang bombay kuning tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah permintaan bawang merah.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9753
Appears in Collections:SP - Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Siti Nur Arafah - fulltext.pdfFulltext1.96 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.