Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9737
Title: Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)
Authors: Nasution, Mhd Haris Al Ansyor
Advisor: Astuti K, Retna
Pane, Erwin
Keywords: jamur tiram;pleurotus ostreatus;serbuk pelepah sawit;zat tumbuh
Issue Date: 27-Sep-2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Cultivation of white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) usually uses sawdust media. Reduced sawdust reserves will have an impact on farmers of white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus). Aim research this is for knowing influence gift combination substance regulator grow on powder media composition midrib coconut palm oil and saw growing medium mushrooms oyster white. The research method use Design Random Factorial Complete (RAL) with two factor that is Powder (M) media composition midrib palm oil with powder saw M0 = 100% powder saw , M1 = 50% powder saw and 50% powder midrib palm, M2 = 100% powder midrib coconut palm oil and Use Substance Regulator Grow (Z) which is Z0 = Hormon Tanaman Unggul (Pupuk Hantu) 20 ml/1, Z1 = Regulating Growth Regrowth Bamboo 100 ml /1, Z2 = Benzyl Amino Purine (BAP) 0.1 mg /1 . Analysis of test data use Annova and forwarded with test Duncan's distance when results fingerprint variety different real to very real . Results research to show that treatment best on growth mycelium is on M2 = 100% powder midrib coconut palm , Z2 = (BAP) 0.1 mg /1 with combination treatment best is M2Z2 (M2 = 100% powder midrib coconut palm oil and (BAP) 0.1 mg /1 ), treatment best for appearance body fruit is treatment M0 = 100% powder saw , Z2 = (BAP) 0.1 mg /1 with combination treatment best is M0Z2 (M0 = 100% powder saw and (BAP) 0.1 mg /1), treatment best for total body fruit is on M2 = 100% powder midrib coconut palm oil and Z1 = Regulating Growth Regrowth Bamboo 10 0 ml /1 with combination treatment best on M2Z1 (M2 = 100% powder) midrib coconut palm oil and Substance Regulating Growing Bamboo Shoots Bamboo 100 ml /1, treatment best for body diameter fruit is on M0 = 100% powder saw , Z0 = Hormon Tanaman Unggul (Pupuk Hantu) 20 ml /1 and treatment combination best on M2Z0 (M2 = 100% powder midrib coconut palm oil and Hormon Tanaman Unggul (Pupuk Hantu) 20 ml /1 and treatment best for weight wet is treatment M2 = 100% powder midrib coconut palm oil , Z1 = Regulating Growth Regrowth Bamboo 100 ml /1 with combination treatment best on M2Z1 (M2 = 100% powder) midrib coconut palm oil and Substance Regulating Growing Bamboo Shoots Bamboo 100 ml /1 on harvest first is 156.25 grams and on harvest to two is 115.75 grams.
Description: Budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) biasanya menggunakan media serbuk gergaji. Berkurangnya cadangan serbuk gergaji akan berdampak pada petani budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kombinasi zat pengatur tumbuh pada komposisi media serbuk pelepah kelapa sawit dan gergaji sebagai media tumbuh jamur tiram putih. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yaitu Komposisi media (M) serbuk pelepah sawit dengan serbuk gergaji M0 = 100 % serbuk gergaji, M1 = 50 % serbuk gergaji dan 50 % serbuk pelepah sawit, M2 = 100 % serbuk pelepah kelapa sawit dan Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh (Z) yaitu Z0 = Hormon Tanaman Unggul (Pupuk Hantu) 20 ml/1, Z1 = Zat Pengatur Tumbuh Rebung Bambu 100 ml/1, Z2 = Benzil Amino Purin (BAP) 0,1 mg/1. Analisis data pengujian menggunakan Annova dan diteruskan dengan uji jarak Duncan apabila hasil sidik ragam berbeda nyata hingga sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada pertumbuhan miselium adalah pada perlakuan M2 = 100 % serbuk pelepah kelapa sawit, Z2 = (BAP) 0,1 mg/1 dengan kombinasi perlakuan terbaik pada M2Z2 (M2 = 100 % serbuk pelepah kelapa sawit dan (BAP) 0,1 mg/1), perlakuan terbaik untuk munculnya badan buah adalah M0 = 100 % serbuk gergaji, Z2 = (BAP) 0,1 mg/1 dengan kombinasi perlakuan terbaik adalah M0Z2 (M0 = 100 % serbuk gergaji dan (BAP) 0,1 mg/1), perlakuan terbaik untuk jumlah badan buah adalah M2 = 100 % serbuk pelepah kelapa sawit dan Z1 = Zat Pengatur Tumbuh Rebung Bambu 100 ml/1 dengan kombinasi perlakuan terbaik pada M2Z1 (M2 = 100 % serbuk pelepah kelapa sawit dan Zat Pengatur Tumbuh Rebung Bambu 100 ml/1, perlakuan terbaik untuk diameter badan buah adalah M0 = 100 % serbuk gergaji, Z0 = Hormon Tanaman Unggul (Pupuk Hantu) 20 ml/1 dan perlakuan kombinasi terbaik M2Z0 (M2 = 100 % serbuk pelepah kelapa sawit dan Hormon Tanaman Unggul (Pupuk Hantu) 20 ml/1 dan perlakuan terbaik untuk bobot basah adalah M2 = 100 % serbuk pelepah kelapa sawit, Z1 = Zat Pengatur Tumbuh Rebung Bambu 100 ml/l dengan kombinasi perlakuan terbaik pada M2Z1 (M2 = 100 % serbuk pelepah kelapa sawit dan Zat Pengatur Tumbuh Rebung Bambu 100 ml/1 pada panen pertama adalah 156,25 gram dan pada panen ke dua adalah 115,75 gram.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9737
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Muhammad Haris Al Ansyor Nasution - Fulltext.pdfFulltext1.18 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.