Please use this identifier to cite or link to this item:
Title: Perbedaan Kematangan Emosi antara Anggota Majelis Dzikir Azikir Kota Medan dengan yang Tidak Mengikuti Majelis Dzikir
Authors: Nisa, Maghfiratun
Advisor: Munir, Abdul
Budiman, Zuhdi
Keywords: kematangan emosi;emotional maturity
Issue Date: Apr-2013
Abstract: This study aims to see the existence of differences in emotional maturity between members of the dzikir adzikra district of the city with the field that does not follow the assembly of dzhikir. Where the subject of the study consisted of 20 individuals who followed the process of dzhikir therapy and 20 other individuals did not follow the process of dzhikir therapy. Measurement of emotional maturity level using emotional maturity scale, with reliability coefficient 0,613. The hypothesis proposed in this research is that there are differences of emotional maturity between dzikir assembly of Medan city with those who do not follow the assembly of dzhikir. Based on data analysis using anava method. The scale used is the differential semantic scale to use the emotional maturity scale. Thus the results obtained that there is no difference in emotional maturity among members of the dzhikir board. By looking at the difference coefficient anava F = 0.012 with signification coefficient 0.913. This means that the significance value obtained is greater than 0.010. Thus the hypothesis proposed in the study declared rejected.
Description: Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya perbedaan kematangan emosi antara anggota majelis dzikir Adzikra kota medan dengan yang tidak mengikuti majelis dzikir. Dimana yang menjadi subjek penelitian terdiri dari 20 individu yang mengikuti proses therapy dzikir dan 20 individu lainnya tidak mengikuti proses therapy dzikir. Pengukuran tingkat kematangan emosi menggunakan skala kematangan emosi, dengan koefisien reliabilitas 0,613. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan kematangan emosi antara majelis dzikir kota Medan dengan yang tidak mengikuti majelis dzikir. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan metode anava. Skala yang digunakan adalah skala semantik differensial untuk menggunkan skala kematangan emosi. Dengan demikian diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan kematangan emosi antara anggota majelis dzikir. Dengan melihat koefisien perbedaan anava F= 0,012 dengan koefisien signifikasi 0,913. Hal ini berarti nilai signifikasi yang diperoleh lebih dari 0,010. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian dinyatakan ditolak.
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Maghfiratun Nisa - Fulltext.pdfFulltext2.74 MBAdobe PDFView/Open

Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.