Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9418
Title: Akibat Hukum Debitur Wanprestasi pada Perjanjian Kredit (Studi Kasus Putusan No.346/Pdt.G/2013/PN.Mdn)
Authors: Sunarya, Dery
Advisor: Munawir, Zaini
Munthe, Riswan
Keywords: debitur wanprestasi;perjanjian;kredit;due to default;agreement;credit
Issue Date: 19-Apr-2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Basically, both the creditor and the debtor do not want the latest credit transaction with the execution of the guarantee. Credit is provided in the hope of helping the debtor better than before receiving the credit, so that it will be able to earn more profits and be able to pay off the loan. The purpose of this study is to determine the effect and judge's legal considerations in deciding wanprestasi on the credit agreement on the decision. 346 / PDT. G./2013/PN.MDN. The type of research used in answering the problem in this thesis discussion is normative juridical research that refers to legal norms. This qualitative analysis is basically an exposition of the theories raised so that from the theories can be drawn some things that can be made conclusions and discussion of this thesis. Result of research Due to credit agreement between the plaintiff and Defendant the panel of judges has the defendant in response to the immediate (debtor fee) to the plaintiff of Rp. 731.151.431.54 (Seven Hundred and Thirty One Thousand Four Thirty Hundred Thirty One 54/100), instantly and simultaneously plus a running of 1.5% (One point five percent) per month calculated from its debit tray calculated since date of June 1, 2013 and so on until paid off, and punish to pay the cost of the case which has now been held for Rp. 2.986.000 (two million hundred and eight hundred and eighty six thousand rupiah).
Description: Pada dasarnya baik kreditur maupun debitur tidak menghendaki transaksi kredit berakhir dengan jalan eksekusi jaminan. Kredit diberikan dengan harapan dapat membantu debitur berusaha secara lebih baik dibandingkan sebelum menerima kredit, sehingga akan mampu memperoleh keuntungan lebih banyak dan dapat melunasi pinjamannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat hukum debitur wanprestasi dari perjanjian kredit pada putusan No. 346 /PDT. G./2013/PN.MDN. Teori yang digunakan dalam membahas permasalahan ini adalah teori kehendak, teori pernyataan, dan teori kepercayaan. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif yaitu mengacu kepada norma-norma hukum. Analisis kualitatif ini pada dasarnya merupakan pemaparan tentang teori-teori yang dikemukakan sehingga dari teori-teori tersebut dapat ditarik beberapa hal yang dapat dijadikan kesimpulan dan pembahasan skripsi ini. Hasil penelitian Akibat perjajian kredit antara pengugat dan Tergugat majelis hakim menghukmum tergugat secara tanggungan rentang untuk segera mebayar hutangnya (Fasilitas SPK) kepada pengugat sebesar Rp. 731.151.431.54 (Tujuh Ratus Tiga Puluh Satu Juta Seratus Lima Puluh Satu Ribu Empat Ratus Tiga Puluh Satu 54/100), dengan seketika dan sekaligus ditambah bunga yang sedang berjalan sebesar 1,5% (Satu koma lima persen) perbulan yang dihitung dari baki debitnya terhitung sejak tanggal 01 Juni 2013 dan seterusnya hingga lunas bayar, serta menghukum untuk membayar biaya perkara yang hingga kini teranggarakan sebesar Rp. 2.986.000 (dua juta sembian ratus delapan puluh enam ribu rupiah).
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9418
Appears in Collections:SP - Civil Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Dery Sunarya - Fulltext.pdfFulltext1.41 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.