Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9270
Title: Analisis Bahaya Kebisingan Terhadap Pekerja di Unit Area Booster Pump PDAM Tirtanadi Medan
Authors: Ritonga, Fadhly Sakti
Advisor: Mustafa, Kamil
Sutrisno
Keywords: kebisingan;nilai ambang batas;noise;threshold limit value
Issue Date: 24-May-2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Noise is a problem that we often encounter in many large companies today. The use of machinery and work tools that support the production process that has the potential to cause noise. PDAM Tirtanadi is a BUMD company engaged in drinking water processing that uses machines and work equipment that cause noise. Noise level analysis is carried out at the booster pump unit of PDAM Tirtanadi Medan. This study aims to determine the noise intensity of 5 measurement points in the booster pump. Sound pressure level measurement method refers to KepMenLH No. 48 of 1996, and the instrument used is sound level meter. The results of this study indicate that the intensity of noise obtained at 5 points has exceeded the noise threshold value according to the Minister of Manpower and Transmigration No.Per.13 / MEN / X / 2011 85 dB for 8 working hours per day which is 96.40dB - 96.75dB. The noise level has a significant effect on communication, psychology and physiological disturbances, that is with the R table value of the multiple correlation 0.884.
Description: Kebisingan merupakan masalah yang sering kita jumpa di banyak perusahaan besar saat ini. Penggunaan mesin dan alat kerja yang mendukung proses produksi yang berpotensi menimbulkan suara kebisingan. PDAM Tirtanadi adalah perusahaan BUMD yang bergerak di bidang pengolahan air minum yang memakai mesin-mesin dan peralatan kerja yang menimbulkan kebisingan. Analisis tingkat kebisingan dilakukan pada unit booster pump PDAM Tirtanadi Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intesitas kebisingan 5 titik pengukuran yang berada di booster pump. Metode pengukuran tingkat tekanan suara mengacu pada KepMenLH No 48 Tahun 1996, dan alat yang digunakan adalah sound level meter. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa intesitas kebisingan yang diperoleh pada 5 titik telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per.13/MEN/X/2011 85 dB untuk 8 jam kerja perhari yaitu 96,40dB – 96,75dB. Tingkat kebisingan tersebut berpengaruh signifikan terhadap gangguan komunikasi, psikologi dan fisiologi yaitu dengan nilai R tabel korelasi ganda 0,884.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9270
Appears in Collections:SP - Industrial Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Fadhly Sakti Ritonga - fulltext.pdfFulltext1.61 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.