Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9247
Title: Peran Kepolisian dalam Penerapan Restoratife Justice Perkara KDRT di Wilayah Kepolisian Sektor Percut Sei Tuan (Study Kasus pada Kantor Wilayah Kepolisian Sektor Percut Sei Tuan)
Authors: Nainggolan, Putra Dwi Anggi
Advisor: Munawir, Zaini
Kartika, Arie
Keywords: peranan polisi;restorative justice;kdrt;police role;domestic violence
Issue Date: 23-May-2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Violence occurring within a society, actually departing from one particular ideology that validates the oppression on the one hand, both individuals and groups as for the problems to be investigated in this study is : How, the role of the police against the crime of domestic violence and the legal consequences of the case of restorative justice in domestic violence, in article 2 of law. 2 of 2002 on National police, that the function of the police is one of the functions of state government in the field of maintaining security and public order, law enforcement, protection, shelter and service to the community.as for this type of research is juridical empirical is the type of research conducted by studying existing norms or rules of legislation related to the issues discussed. the nature of the research used in completing this thesis is the descriptive analysis of the examination study news, case studies are research on domestic violence in the police areas Percut Sei Tuan leading to empirical legal research, the role of the police in the presence of domestic violence law and the police letter No. Pol : B/3022/XII/2009/SDEOPS about handling cases through alternative dispute resolution ( ARD) according to article 19 of domestic violence 19 of domestic violence law, on investigation and investigation, it is mentioned that the investigation is the first step action which is the beginning of “ investigation”. But it must be remembered, the investigation is not an independent act apart from the investigation function. Police investigators must immediately conduct an investigation after knowing and receiving reports of occurrence of acts of violence in the household, domestic violence arises as a result of the dominance of one group against another is the implementation of restorative justice completed during the investigation stage on the part of the police force to reduce the perpetrators whose process continues until the investigation stage and the judgment in court, domestic violence arises as a result of the dominance of one group against another in the implementation of restorative justice completed during the investigation stage on the part of the police force to reduce the perpetrators whose process continues until the investigation stage and the judgment in court, acts of violence committed by husbands against wives are actually a serious element in the crime ,the legal basis is domestic violence (criminal law code ) article 356, protection against child victims of violence can be done through law, whether administrative, civil or criminal law.
Description: Kekerasan yang terjadi dalam suatu masyarakat, sesungguhnya berangkat dari satu ideologi tertentu yang mengesahkan penindasan di satu pihak - baik perseorangan maupun kelompok. Adapun permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: Bagaimana Peran Kepolisan Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Bagaimana Akibat Hukum Terhadap Perkara Restorative Justice Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dalam Pasal 2 Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang polri, bahwa fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara dibidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Adapun Jenis Penelitian ini adalah yuridis empiris yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan mempelajari norma-norma yang ada atau peraturan perundang-undangan yang terkait dengan permasalahan yang dibahas. Sifat penelitian yang dipergunakan dalam menyelesaikan skripsi ini adalah deksriptif analisi dari study berita acara pemeriksaan. Studi kasus adalah penelitian tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam penerapan Restorative Justice terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga di wilayah polsek percut sei tuan yang mengarah pada penelitian hukum empiris. Peran Kepolisian Dengan adanya Undang-Undang KDRT dan Surat Kapolri No. Pol: B/3022/XII/2009/SDEOPS tentang Penanganan Kasus Melalui Alternatif Dispute Resolution (ADR), menurut Pasal 19 Undang-Undang KDRT, Mengenai penyelidikan dan penyidikan, disebutkan bahwa penyelidikan merupakan tindakan tahap pertama yang merupakan permulaan “Penyidikan”. Akan tetapi harus diingat, penyelidikan bukan tindakan yang berdiri sendiri terpisah dari fungsi penyidikan, penyidik kepolisian wajib segera melakukan penyelidikan setelah mengetahui atau menerima laporan terjadinya tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga muncul sebagai akibat dari adanya dominasi satu kelompok terhadap kelompok lainnya Dalam melakukan penerapan restorative justice yang diselesaiakan pada tahap penyelidikan di pihak kepolisian dapat mengurangi para pelaku yang prosesnya dilanjutkan sampai tahapan penyidikan dan putusan di pengadilan. Tindak kekerasan yang dilakukan suami terhadap isteri sebenarnya merupakan unsur yang berat dalam tindak pidana, dasar hukumnya adalah KUHP (kitab undang-undang hukum pidana) Pasal 356. Perlindungan terhadap anak korban kekerasan dapat dilakukan melalui hukum, baik hukum administrasi, perdata maupun pidana.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9247
Appears in Collections:SP - Criminal Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Putra Dwi Anggi Nainggolan - Fulltext.pdfFulltext1.1 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.