Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9170
Title: Hubungan Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Diri pada Masa Pernikahan Awal di Desa Wih Porak Kabupaten Bener Meriah
Authors: Mariyani
Advisor: Azis, Azhar
Aisyah, Siti
Keywords: kematangan emosi;penyesuaian diri;emotional maturity;adjusment
Issue Date: 7-Jun-2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: This study aims to see the relationship of Emotional Maturity with Self Adjustment in Wih Porak Village, Bener Meriah Regency. Hypothesis proposed there is a positive relationship between Emotional Maturity with Self Adjustment in Wih Porak Village, Bener Meriah Regency. The population in this study amounted to 300 people. The sampling technique is purposive sampling. Methods of data collection is the scale of Adjustment and Emotional Maturity. Data analysis using Likert Model analysis. From the results of the study can be concluded that there is a significant relationship between Self Adjustment and Emotional Maturity. It is proposed from the coefficient R = 0.491; p = 0.001 means p = <0.05 which means that the higher the Emotional Maturity then the higher one's Self Adjustment in Wih Porak Village, Bener Meriah Regency. Based on the results of this study, the proposed hypothesis is accepted. Based on the determinant coefficient (r2) of the above relation is 0.241. This shows that the adjustment is influenced by emotional maturity of 24.1%. From this result it is known that there is still 75.9% contribution from other factors to Adjustment. It is known that the subject of research in Wih Porak Village Bener Meriah Regency has a high Emotional Maturity and has a Self Adjustment that is high.
Description: Peneliti ini bertujuan ingin melihat hubungan Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Diri di Desa Wih Porak Kabupaten Bener Meriah. Hipotesis yang diajukan ada hubungan positif antara Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Diri di Desa Wih Porak Kabupaten Bener Meriah. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 300 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah skala Penyesuaian Diri dan Kematangan Emosi. Analisa data menggunakan analisis Model Likert. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Penyesuaian Diri dan Kematangan Emosi. Hal ini diajukan dari koefisien R = 0,491 ; p = 0,001 berarti p = < 0,05 yang berarti bahwa semakin tinggi Kematangan Emosi maka semakin tinggi Penyesuaian Diri seseorang di Desa Wih Porak Kabupaten Bener Meriah. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. Berdasarkan koefisien determinan (2) dari hubungan diatas adalah sebesar 0,241. Hal ini menunjukkan bahwa penyesuaian diri dipengaruhi kematangan emosi sebesar 24,1%. Dari hasil ini diketahui bahwa masih terdapat 75,9% kontribusi dari faktor lain terhadap Penyesuaian Diri. Diketahui bahwa subjek penelitian di Desa Wih Porak Kabupaten Bener Meriah memiliki Kematangan Emosi yang tergolong tinggi dan memiliki Penyesuaian Diri yang tergolong tinggi.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9170
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
148600223.pdfFulltext13.24 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.