Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/8279
Title: Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Kemandirian Belajar Siswa Kelas Xi di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam
Authors: Simbolon, Rettha Naofica
Advisor: Siregar, Farida Hanum
Dewi, Salamiah sari
Keywords: learning independence, learning motivation;kemandirian belajar, motivasi belajar
Issue Date: Dec-2017
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: This study aims to determine and test the empirical relationship of Learning Motivation with Independence of Student Class XI in SMA Negeri 1 Lubuk Pakam. It is assumed that the higher the motivation to learn the higher the independence of learning or vice versa, the lower the motivation to learn the lower the independence. This tool is arranged based on Likert scale method by using learning motivation scale according to Chermis & Goleman (2001) are: Pleasure, enjoyment to learn, Orientation to mastery of matter, Desire desire, Tenacity in doing task, High involvement on task, Orientation to task -the task is tough and new. And the scale of Robert Havighurst (in Sutisna, 2010) mentions the independence of learning consists of several aspects: Social aspects, emotional aspects, and economic aspects. Data analysis technique used is Product Moment. Based on data analysis then obtained: 1) note that there is a positive relationship between learning motivation with learning independence, where Rxy = 0.493 with significant p = 0.000 <0.050. This means that the hypothesis proposed, the higher the motivation to learn the higher the independence of learning otherwise accepted. 2) From the relationship between the independent variable X with the dependent variable Y is equal to R2 = 0.243. This indicates that learning motivation contributes to or contributes effectively to the independence of learning by 24.3%, and there are 75.7% other factors that influence the independence of learning
Description: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris hubungan Motivasi Belajar dengan Kemandirian Belajar Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam. Diasumsikan Bahwa semakin tinggi motivasi belajar maka semakin tinggi kemandirian belajar atau sebaliknya, semakin rendah motivasi belajar maka semakin rendah kemandirian. Alat ini disusun berdasarkan metode skala Likert dengan menggunakan skala motivasi belajar menurut Chermis & Goleman (2001) adalah: Kesenangan, kenikmatan untuk belajar, Orientasi terhadap penguasaan materi, Hasrat ingin tahu, Keuletan dalam mengerjakan tugas, Keterlibatan yang tinggi pada tugas, Orientasi terhadap tugas-tugas yang memang sulit dan baru. Dan skala Robert Havighurst (dalam Sutisna, 2010) menyebutkan kemandirian belajar terdiri dari beberapa aspek : Aspek social, Aspek emosi , dan Aspek ekonomi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Product Moment. Berdasarkan analisis data maka diperoleh: 1) diketahui bahwa ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar, dimana Rxy = 0.493 dengan signifikan p = 0.000 < 0,050. Artinya hipotesis yang diajukan, semakin tinggi motivasi belajar maka semakin tinggi kemandirian belajar dinyatakan diterima. 2) Dari hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y adalah sebesar R2 = 0,243. Ini menunjukkan bahwa motivasi belajar berkontribusi atau memberikan sumbangan efektif terhadap kemandirian belajar sebesar 24.3%, dan terdapat 75,7 % faktor lain yang mempengaruhi Kemandirian belajar
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/8279
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
128600326_Rettha Naofica.pdffulltext11.69 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.