Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/7846
Title: Metode Jaringan Kerja Pada Proyek Pembuatan Anode Tong Debfa Metode CPM di PT. Barata Indonesia UUM Medan
Authors: Gukguk, Daulat Jonny Raja
Advisor: Haniza
Mustafa, Kamil
Keywords: jaringan kerja
Issue Date: Feb-2005
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Sebagai salah satu dari sepuluh Badan Usaha Milik Negara yang berada dibawah koordinasi Badan Pengelolah Industri Strategi (BPIS) Yang diketuai oleh Menristek. PT. Barata Indonesia UUM Medan didirikan pada tahun 1971 dengan nama PT. Barata Metal Work & Engineering yang tergabung dari 3 perusahaan. Didalam perkembangan untuk menjaga kualitas produknya maka pada tahun 1985 sampai dengan 1996 diadakan restrukturisasi antara lain dibentuknya unit produksi Surabaya dan Unit Usaha Mandiri Medan. Jadi sejak tahun 1996 sampai hari ini PT. Barata Indonesia Medan berubah nama menjadi PT. Barata Indonesia UUM Medan. Sedangkan bentuk kegiatan perusahaan yaitu bidang konstruksi pabrik, jembatan, tambang, irigasi, pemugaran pabrik dan pembuatan mesin-mesin /Peralatan pabrik. Pemilihan judul diatas didasarkan atas masalah yang dihadapi perusahaan dalam pembuatan alat angkut dan konstruksinya dalam hal ini adalah proses perencanaan,yang mana dalam perencanaan ini masih belum menggunakan Metode Jaringan Kerja sebagai alat pengendali pada pelaksanaan proyek. Atas dasar hal tersebut penulis mencoba membuat jaringan kerja proyek pembuatan Anode Tong dengan menggunakan metode CPM (Critikal Path Methode ). Dari hasil analisa yang dilakukan antara realisasi (perencanaan belum menggunakan metode jaringan kerja) dengan perencanaan yang telah mengunakan metode jaringan kerja diperoleh adanya kelebihan biaya dengan selisih ± Rp. 13.280.000; Lebih besar realisasi dari perencanaan. Untuk jangka waktu pelaksanaan proyek juga terjadi selisih 42 hari lebih lama realisasi dibandng perencanaan. Kelebihan ini dapat disebabkan oleh jangka waktu yang cukup panjang pada satu kegiatan yang seharusnya dapat diperpendek atau terjadinya keterlambatan pada lintasan kritis sehingga mempengaruhi pelaksanaan kegiatan proyek seluruhnya . Dari analiasa ini, metode jaringan kerja juga dapat mengendalikan biaya dan tenaga kerja perhari dari proyek ini, Untuk tenaga kerja pada hari ke 23 mencapai angka tertinggi yaitu 85 orang scdungkan untuk biaya pada h;ui kc 7 yaitu RP.45.889.000; dengan rnenggunakan rnetode jaringan kerja ini diharapkan resiko-resiko yang kurang menguntungkan baik dari segi waktu, biaya dan tenaga kerja yang dapat terjadi pada pelaksanaan proyek dapat ditekan sekecil mungkin
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/7846
Appears in Collections:SP - Industrial Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
958150016 Daulat J.pdffulltext4.72 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.