Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/7250
Title: Analisis Permasalahan Pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Deli Serdang
Authors: Pinem, Enda Edian
Advisor: Siregar, Edy Batara Mulya
Harahap, Gustami
Keywords: pemasaran tandan buah segar;permasalahan pemasaran;kebun kelapa sawit
Issue Date: 11-Aug-2005
Publisher: Universitas Medan Area
Description: Rata-rata harga jual TBS adalah Rp. 571,67-per kg, dengan kisaran antara Rp. 530-600 per kg. Secara umum dalam pemasaran TBS perkebunan rakyat terdapat dua saluran tataniaga TBS. Pertama petani menjual TBS kepada pedagang pengumpul yang selanjutnya menjual kepada agen PKS dan agen PKS rnenjual TBS ke PKS. Kedua petani rnenjual TBS kepada agen PKS atau koperasi dan agen PKS (koperasi) menjual TBS ke PKS. Semakin panjang rantai pemasaran atau saluran tataniaga TBS petani, maka harga jual TBS yang diterima petani semakin rendah. Saluran pemasaran I yang lebih panjang, yaitu petani menjual TBS kepada pedagang pengumpul, pedagang menjual TBS kepada agen PKS, agen menjual TBS ke PKS menunjukkan harga jual TBS lebih rendah dari saluran pemasaran II dan III, dimana petani menjual TBS melalui Koperasi dan langusng ke agen PKS. Unsur-unsur pemasaran (produksi TBS, harga TBS, biaya produksi dan biaya pemasaran) berpengaruh secara signifikan terhadap variasi pendapatan petani kelapa sawit di Kabupaten Deli Serdang. Unsur-unsur pemasaran mampu menjelaskan variasi pendapatan petani kelapa sawit di Kabupaten Deli Serdang sebesar 99,65 %. Secara parsial semua unsur-unsur pemasaran, yaitu produksi TBS, harga TBS, biaya produksi dan biaya pemasaran berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kabupaten Deli Serdang pada tingkat keyakinan 99 %. Produksi dan harga TBS memberikan pengaruh positif, sedangkan biaya produksi dan biaya pemasaran memberikan pengaruh negatif terhadap pendapatan petani kelapa sawit. Kendala utama yang dihadapi petani dalam sistem pemasaran TBS adalah terbatasnya akses ke PKS dan tidak adanya akses petani terhadap informasi harga. Hal ini menyebabkan meningkatnya peran agen dan pedagang perantara, yang menyebabkan semakin panjangnya rantai pemasaran TBS petani. Salah satu upaya yang dapat dilakukan petani dalam sistem pemasaran tersebut adalah dengan membentuk koperasi sebagai organisasi petani dalam pemasaran TBS. Koperasi melakukan kerjasama penjualan TBS secara langsung ke PKS, sehingga saluran pemasaran TBS perkebunan rakyat lebih pendek, yang berarti juga bahwa biaya pemasaran akan semakin rendah sehingga harga jual TBS perkebunan rakyat dapat lebih tinggi. Selain berfungsi dalam sistem pemasaran TBS, koperasi juga dapat mendirikan PKS mini, sehingga petani memperoleh harga yang cukup tinggi dari TBS, sekaligus petani dapat memperoleh bagian dari harga CPO, karena petani sebagai anggota koperasi juga sebagai pemilik PKS yang dikelola koperasi.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/7250
Appears in Collections:MT - Magister Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
031802022.pdfFulltext4.06 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.

Admin Tools