Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/724
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSiregar, Irdhiansyah Safwan-
dc.date.accessioned2017-08-08T03:11:24Z-
dc.date.available2017-08-08T03:11:24Z-
dc.date.issued2015-05-13-
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/724-
dc.descriptionPenggunaan Pupuk NPK Mutiara Pada Metode Tanam Vertikultur Tanaman Bawang Merah ( Allium ascalonicum ) . Bawang merah adalah salah satu tanaman komoditas penting di Indonesia. Tanaman bawang merah umumnya dibudidayakan pada suatu luasan lahan. Metode tanam vertikultur merupakan metode tanam dengan memanfaatkan ruang terbatas. Penelitian dilakukan di rumah kasa pada Universitas Medan Area, Jl. Kolam No. 1 Medan. Penanaman bawang merah dengan media vertikultur menggunakan media top soil dilakukan pada rumah kasa dengan perlakuan pupuk NPK yang dilarutkan dalam dua liter air. Hasil menunjukkan bawang merah berhasil membentuk umbi pada perlakuan B0 (kontrol) sebesar 1,44 g, B1 (50 g/pipa) sebesar 1,03 g, B2 (75 g/pipa) sebesar 0 g, B3 (100 g/pipa) sebesar 0 g dan B4 (125 g/pipa) sebesar 0 g. Massa basah tanaman pada B0 sebesar 5,16 g, B1 sebesar 3,54 g, B2 sebesar 2,82 g, B3 sebesar 1,17 g dan B4 sebesar 1,37 g. Massa umbi dan massa basah tanaman pada semua perlakuan berbeda tidak nyata. Jumlah daun pada perlakuan B0 berbeda tidak nyata dengan perlakuan lain. Tinggi tanaman pada perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan lain kecuali dengan perlakuan B1. Pemberian pupuk yang terlalu tinggi menjadi penyebab banyaknya tanaman yang mati, terutama pada perlakuan B2, B3 dan B4. Uji di bawah perlakuan NPK 50 g/pipa disarankan untuk penelitian lebih lanjut.en_US
dc.description.abstractOccurence of NPK Mutiara Fertilizer in Verticulture Planting System of Shallots (Allium ascalonicum). Shallots are one of main commodities in Indonesia. Shallots are usually cultivated in a wide range area. Verticulture method is a way to intensify a narrow cultivated area. Shallots cultivation were occured in a ram house in Universitas Medan Area Jl. Kolam No. 1 Medan. Cultivation has been conducted by using top soil as media in ram house with solubled NPK fertilizer into two litres of water. Yields of shallots were occured on B0 (control) was 1,44 g, B1 (50 g/pipe) was 1,03 g, B2 (75 g/pipe) was 0 g, B3 (100 g/pipe) was 0 g and B4 (125 g/pipa) was 0 g. Wet mass of shallots on B0 was 5,16 g, B1 was 3,54 g, B2 was 2,82 g, B3 was 1,17 g dan B4 was 1,37 g. Bulb mass and wet plant mass were indifferent to all treatments. Leaves number on B0 treatment was indifferent to other treatments. Heights on B0 treatment were absolutely different to all treatments except B1. High concentration of fertilization caused the plants dried and died. Further experiments with treatments of NPK fertilizer below 50 g/pipe was advised to the next experiments.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectbawang merahen_US
dc.subjectNPKen_US
dc.subjectvertikulturen_US
dc.subjectshallotsen_US
dc.subjectNPKen_US
dc.subjectverticultureen_US
dc.titlePengguna Pupuk NPK Mutiara pada Metode Tanam Vertikultural Tanaman Bawang Merah ( Allium ascalonicum )en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
118210079_file1.pdfCover584.25 kBAdobe PDFView/Open
118210079_file2.pdfAbstract207.12 kBAdobe PDFView/Open
118210079_file3.pdfIntroduction331.12 kBAdobe PDFView/Open
118210079_file4.pdfChapter I307 kBAdobe PDFView/Open
118210079_file5.pdfChapter II315.83 kBAdobe PDFView/Open
118210079_file6.pdfChapter III616.56 kBAdobe PDFView/Open
118210079_file8.pdfReference1.31 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.