Veuillez utiliser cette adresse pour citer ce document : http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/724
Titre: Pengguna Pupuk NPK Mutiara pada Metode Tanam Vertikultural Tanaman Bawang Merah ( Allium ascalonicum )
Auteur(s): Siregar, Irdhiansyah Safwan
Mots-clés: bawang merah;NPK;vertikultur;shallots;NPK;verticulture
Date de publication: 13-mai-2015
Editeur: Universitas Medan Area
Résumé: Occurence of NPK Mutiara Fertilizer in Verticulture Planting System of Shallots (Allium ascalonicum). Shallots are one of main commodities in Indonesia. Shallots are usually cultivated in a wide range area. Verticulture method is a way to intensify a narrow cultivated area. Shallots cultivation were occured in a ram house in Universitas Medan Area Jl. Kolam No. 1 Medan. Cultivation has been conducted by using top soil as media in ram house with solubled NPK fertilizer into two litres of water. Yields of shallots were occured on B0 (control) was 1,44 g, B1 (50 g/pipe) was 1,03 g, B2 (75 g/pipe) was 0 g, B3 (100 g/pipe) was 0 g and B4 (125 g/pipa) was 0 g. Wet mass of shallots on B0 was 5,16 g, B1 was 3,54 g, B2 was 2,82 g, B3 was 1,17 g dan B4 was 1,37 g. Bulb mass and wet plant mass were indifferent to all treatments. Leaves number on B0 treatment was indifferent to other treatments. Heights on B0 treatment were absolutely different to all treatments except B1. High concentration of fertilization caused the plants dried and died. Further experiments with treatments of NPK fertilizer below 50 g/pipe was advised to the next experiments.
Description: Penggunaan Pupuk NPK Mutiara Pada Metode Tanam Vertikultur Tanaman Bawang Merah ( Allium ascalonicum ) . Bawang merah adalah salah satu tanaman komoditas penting di Indonesia. Tanaman bawang merah umumnya dibudidayakan pada suatu luasan lahan. Metode tanam vertikultur merupakan metode tanam dengan memanfaatkan ruang terbatas. Penelitian dilakukan di rumah kasa pada Universitas Medan Area, Jl. Kolam No. 1 Medan. Penanaman bawang merah dengan media vertikultur menggunakan media top soil dilakukan pada rumah kasa dengan perlakuan pupuk NPK yang dilarutkan dalam dua liter air. Hasil menunjukkan bawang merah berhasil membentuk umbi pada perlakuan B0 (kontrol) sebesar 1,44 g, B1 (50 g/pipa) sebesar 1,03 g, B2 (75 g/pipa) sebesar 0 g, B3 (100 g/pipa) sebesar 0 g dan B4 (125 g/pipa) sebesar 0 g. Massa basah tanaman pada B0 sebesar 5,16 g, B1 sebesar 3,54 g, B2 sebesar 2,82 g, B3 sebesar 1,17 g dan B4 sebesar 1,37 g. Massa umbi dan massa basah tanaman pada semua perlakuan berbeda tidak nyata. Jumlah daun pada perlakuan B0 berbeda tidak nyata dengan perlakuan lain. Tinggi tanaman pada perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan lain kecuali dengan perlakuan B1. Pemberian pupuk yang terlalu tinggi menjadi penyebab banyaknya tanaman yang mati, terutama pada perlakuan B2, B3 dan B4. Uji di bawah perlakuan NPK 50 g/pipa disarankan untuk penelitian lebih lanjut.
URI/URL: http://hdl.handle.net/123456789/724
Collection(s) :SP - Agricultural Technology

Fichier(s) constituant ce document :
Fichier Description TailleFormat 
118210079_file1.pdfCover584.25 kBAdobe PDFVoir/Ouvrir
118210079_file2.pdfAbstract207.12 kBAdobe PDFVoir/Ouvrir
118210079_file3.pdfIntroduction331.12 kBAdobe PDFVoir/Ouvrir
118210079_file4.pdfChapter I307 kBAdobe PDFVoir/Ouvrir
118210079_file5.pdfChapter II315.83 kBAdobe PDFVoir/Ouvrir
118210079_file6.pdfChapter III616.56 kBAdobe PDFVoir/Ouvrir
118210079_file8.pdfReference1.31 MBAdobe PDFVoir/Ouvrir


Tous les documents dans DSpace sont protégés par copyright, avec tous droits réservés.