Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/7173
Title: Pengendalian Mutu CPO Dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) Di Pabrik Kelapa Sawit PTPN III Sei Mankei Perdagangan Kabupaten Simalungun
Authors: Kaban, Vernando
Advisor: Singh, Rasphal
Banjarnahor, M
Keywords: pengendalian mutu;statistical quality control
Issue Date: May-2011
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: PTPN III PKS Sei Mangkei Perdagangan Kabupaten Simalungun adalah perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan yang menghasilkan teh, karet, dan minyak kelapa sawit yang sebagian besar produknya untuk memenuhi pasar ekspor. PTPN III PKS Sei Mangkei Perdagangan Kabupaten Simalungun dimana penulis melaksanakan penelitian adalah salah satu unit pabrik yang dikelolah oleh Pihak BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini berkewajiban utuk mengolah tandan buah segar hasil produk kebun disekitar pabrik menjadi minyak sawit dan inti sawit. Penulis Tugas Sarjana ini mengambil judul "Teknik Kontrol Mutu Pada pengolahan Sawit Dengan Menggunakan Metode SQC (Statistical Quality Control) di PTPN III PKS Sei Mangkei Perdagangan Kabupaten Simalungun". Dalam hal ini pengendalian mutu minyak sawit adalah bagian dari pelaksanaan manajemen mutu terpadu sesuai kualifikasi ISO 9001. Langkah pertama untuk menganalisa proses dilakukan dengan menentukan batas kendali mutu yang menjadi perhatian dengan metode perhitungan batas kendali untuk masing-masing sesuai dengan spesifikasi mutu minyak sawit. Parameter- parameter yang digunakan adalah kadar asam lemak bebas dan kadar air yang mengandung minyak sawit hasil produksi PTPN III PKS Sei Mangkei Perdagangan kabupaten Simalungun. Data yang berada diluar batas kendali direvisi sehingga diperoleh batas kendali mutu baru yang mempunyai range yang lebih ketat dengan standar mutu nasional. Selanjutnya ditelusuri faktor apa yang menjadi penyebab variasi mutu minyak sawit tersebut dengan menggunakan diagram-diagram sebab akibat. Setelah dianalisa dengan menggunakan kedua diagram di atas maka diambil kesimpulan bahwa yang menjadi penyebab variasi mutu minyak sawit adalah Faktor baban baku dan mesin/peralatan. Dan untuk disarankan kepada manjemen perusahaan untuk menyempumakan sistem pengawasan mutu bahan baku yang dimulai dari afdeling sampai di pabrik dan pemeliharaan mesin/peralatan produksi yang ada di pabrik.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/7173
Appears in Collections:SP - Industrial Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
088150041_vernando kaban.pdfFulltext1.55 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.