Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/456
Title: Analisis Permintaan dan Elastisitas Daging Sapi pada Tingkat Rumah Tangga di Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan
Authors: Chalidin, M
Keywords: permintaan;elastisitas;harga;daging sapi;pendapatan;selera;total demand;elasticity;price;beef;income;tastes
Issue Date: 2016
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang bersumber dari hewan ternak, baik ternak besar, kecil maupun ternak unggas. Ternak besar seperti sapi merupakan salah satu jenis ternak yang memiliki peranan penting sebagai penghasil daging dengan kualitas dan kuantitas cukup baik. Daging sapi termasuk bahan makanan yang penting dalam memenuhi kebutuhan gizi. Di Kota Medan, konsumsi daging sapi tidak mengenal musim paceklik, bahkan pada hari-hari besar keagamaan, permintaan daging sapi meningkat tajam. Hal ini disebabkan hampir semua orang suka makan daging, termasuk daging sapi. Terbukti dari peningkatan konsumsi daging sapi sebagai permintaan dan produksi daging sapi relatif meningkat setiap tahunnya. Untuk melihat jumlah konsumsi daging sapi diambil salah satu Kelurahan yang ada di Kota Medan yaitu Kelurahan Sei Sikambing B. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui tingkat permintaan daging sapi di Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging sapi di Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. (3) Mengukur dan mengidentifikasikan peranan elastisitas faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging sapi di Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Lokasi penelitian ditentukan secara (purposive) yaitu cara pengambilan sampel dengan sengaja karena alasan yang diketahui sifat-sifat sampel tersebut. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simple random sampling karena pengambilan anggota sampel dari populasi yang ada di Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan dilakukan secara acak tanpa memperlihatkan strata yang ada dalam populasi tersebut. Populasi dalam penelitian ini yaitu rumah tangga di Kelurahan Sei Sikambing B yang berjumlah 5.371 Kepala Keluarga, sehingga diperoleh sampel sebanyak 98 responden dengan menggunakan rumus Slovin, dengan keterbatasan peneliti dalam pengambilan sampel. Data yang diperoleh adalah data primer dan data skunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif (deskriptif) dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan tabulasi sederhana yang ditujukan untuk memberikan informasi karakteristik responden dan permintaan daging sapi pada tingkat rumah tangga di Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk melihat hubungan dari variabel penelitian terhadap permintaan daging sapi. Analisis Kuantitatif dilakukan dengan bantuan alat yang digunakan untuk analisis. Alat bantu yang digunakan berupa komputer dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 16.0. Data yang diperoleh diolah kemudian dilakukan analisis dengan metode regresi linier berganda dan perhitungan elastisitas permintaan. Permintaan daging sapi pada tingkat rumah tangga di Kelurahan Sei Sikambing B rata-rata mengkonsumsi daging sapi sebanyak 2,2 kg per bulan. Rumah tangga yang mengkonsumsi daging sapi terendah 0,5 kg/bulan dan yang paling banyak 8 kg/bulan. Hasil uji F diperoleh bahwa koefisien regresi signifikan secara statistik pada tingkat kepercayan 95%. Ketujuh faktor diatas secara bersama-sama dapat dikatakan berpengaruh terhadap permintaan daging sapi pada tingkat rumah tangga di Kelurahan Sei Sikambing B. Hasil Uji t diperoleh bahwa hanya variabel harga ikan, harga ayam potong, tingkat pendapatan rumah tangga, dan selera yang berpengaruh secara nyata terhadap permintaan daging sapi dan signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Sedang harga daging sapi, harga telur ayam ras, dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan daging sapi dan tidak signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil Pegujian koefisien determinasi menunjukkan informasi bahwa 67,8 % permintaan daging sapi dapat dijelaskan oleh ketujuh variabel di atas. Dengan kata lain, sebesar 67,8 % variabel tersebut mampu mempengaruhi permintaan daging sapi sedangkan sisanya sebesar 32,2 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Elastisitas harga daging sapi terhadap permintaan daging sapi adalah sebesar 0,242 yang artinya permintaan daging sapi bersifat inelatis terhadap perubahan harga di tingkat konsumen rumah tangga. Dari elastisitas silang, harga ikan dan harga ayam potong bersifat komplementer terhadap permintaan daging sapi sedangkan harga telur ayam ras bersifat subtitusi. Sedangkan dari hasil perhitungkan elastisitas pendapatan disimpulkan bahwa daging sapi merupakan barang normal.
URI: http://hdl.handle.net/123456789/456
Appears in Collections:SP - Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
128220023_file1.pdfCover253.51 kBAdobe PDFView/Open
128220023_file2.pdfAbstract235.6 kBAdobe PDFView/Open
128220023_file3.pdfIntroduction246.62 kBAdobe PDFView/Open
128220023_file4.pdfChapter I273.61 kBAdobe PDFView/Open
128220023_file5.pdfChapter II344.27 kBAdobe PDFView/Open
128220023_file6.pdfChapter III341.24 kBAdobe PDFView/Open
128220023_file8.pdfEnclousure2.05 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.