Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/212
Title: Tinjauan Yuridis Talak Satu Ba'in Sughro Terhadap Istri
Other Titles: Studi Putusan Pengadilan Agama Medan No.10001/Pdt.G/2015/PA.Mdn
Authors: Tarigan, Rosdiana
Keywords: Talak Satu Ba'in Sughro
Issue Date: 2016
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan pada dasarnya adalah fitrah setiap manusia. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang berpasang-pasangan. Lelaki membutuhkan wanita dan sebaliknya wanita juga membutuhkan lelaki. Islam diturunkan oleh Allah untuk menata hubungan itu agar menghasilkan sesuatu yang positif bagi umat manusia dan tidak membiarkannya berjalan semaunya saja sehingga manjadi penyebab bencana. Perceraian ialah penghapusan perkawinan karena keputusan hakim atau tuntutan salah satu pihak dalam perkawinan. Perceraian pada hakikatnya adalah suatu proses dimana hubungan suami istri tidak ditemui lagi keharmonisan dalam perkawinan. Pembatasan masalah di dalam skripsi ini yaitu sejauh mengenai dasar gugatan, pertimbangan hakim, dan kedudukan hukum terhadap penjatuhan Talak Satu Ba’in Sughro suami terhadap istri. Salah satu tujuan dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui mengenai dasar gugatan, pertimbangan hakim, dan kedudukan hukum terhadap penjatuhan Talak Satu Ba’in Sughro suami terhadap istri. Jenis penelitian pada penulisan skripsi ini adalah normatif, Sifat penelitian penulisan skripsi ini adalah bersifat Penelitian Deskriptif analitis. Yaitu penelitian yang terdiri atas satu variabel atau lebih dari satu variabel. Penelitian adalah di Pengadilan Agama Medan yang sekaligus lokasi untuk memperoleh hasil putusan No.1001/Pdt.G/2015/PA.Mdn. waktu penelitian pada bulan Oktober 2015 - bulan Nopember 2015. Teknik pengumpulan data secara sekunder dan tersier. Dasar gugatan talak satu ba’in sughro suami terhadap istri yaitu dikarenakan telah terjadi perselisihan terus menerus sejak pertengahan tahun 2011 yang disebabkan suami sering tidak pulang dan tidak ada memberikan nafkah lahir dan batin serta suami telah menikah lagi dengan seorang janda. Hakim dalam Pertimbangannya berpendapat bahwa istri telah dapat membuktikan rumah tangganya telah sampai pada kondisi pecah dan tidak ada harapan akan hidup rukun kembali, sehingga dipandang sudah sangat sulit bagi suami dan istri untuk dapat mewujudkan tujuan perkawinan yang bahagia dan kekal selain itu pihak keluarga atau orang dekat pun menyatakan tidak sanggup lagi untuk mendamaikan Penggugat dan Tergugat. Talak Satu Ba’in Sughro di dalam hukum islam berkedudukan hukum sebagai Talak tebus, dinamakan pula “bain sughro”, dalam talak ini mempunyai akibat hukum terhadap suami yang tidak sah rujuk lagi, tetapi boleh menikah kembali, baik dalam iddah (masa tunggunya) ataupun sesudah habis iddah-nya (masa tunggunya).
URI: http://hdl.handle.net/123456789/212
Appears in Collections:SP - Criminal Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
128400227_file1.pdfCover253.87 kBAdobe PDFView/Open
128400227_file2.pdfAbstract248.39 kBAdobe PDFView/Open
128400227_file3.pdfIntroduction242.5 kBAdobe PDFView/Open
128400227_file4.pdfChapter I238.22 kBAdobe PDFView/Open
128400227_file5.pdfChapter II325.82 kBAdobe PDFView/Open
128400227_file6.pdfChapter III223.72 kBAdobe PDFView/Open
128400227_file8.pdfEnclousure214.8 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.