Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/17872
Title: Analisis Pemberdayaan Kelompok Perempuan Nelayan Berbasis Digital Mother School Dalam Mendukung Pembelajaran Daring di Desa Bawolowalani Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan
Other Titles: Analysis of The Empowerment of Women Fishermen Groups Based on Digital Mother School in Supporting Online Learning in Bawolowalani Village, Teluk Dalam District, South Nias Regency
Authors: Sarumaha, Mikael Irwan S
Advisor: Batubara, Beby Mashito
Angelia, Nina
Keywords: perempuan nelayan;digital mother school;online learning;fisherman
Issue Date: 21-Mar-2022
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;188520003
Abstract: Digital mother school merupakan wadah untuk melakukan pelatihan kepada orang tua khususnya perempuan mengenai ilmu pengetahuan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai ilmu pengetahuan teknologi di masa pandemi covid 19 sehingga bisa meningkatkan pengawasan terhadap anakanak dirumah selama pembelajaran daring adapun sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok perempuan nelayan desa bawolowalani sebanyak 50 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan kelompok perempuan nelayan berbasis digital mother school dalam mendukung pembelajaran daring di Desa Bawolowalani Kabupaten Nias Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nursahbani Katjasungkana yaitu adanya akses dalam arti kesamaan hak dalam mengakses sumber daya produktif di dalam lingkungan, adanya partisipasi, adanya control, dan adanya manfaat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dimana dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemberdayaan kelompok perempuan nelayan berbasis digital mother school dalam mendukung pembelajaran daring yang dilaksanakan di Desa Bawolowalani berjalan sangat baik adapun kegiatan yang dilakukan seperti memberi pelajaran terkait dasar-dasar ilmu pengetahuan teknologi melalui buku pedoman, macam-macam aplikasi online, mengajarkan masyarakat cara mengoperasikan hp android sehingga masyarakat pintar dan bisa mengakses aplikasi online serta memanfaatkannya untuk kepentingan umun dan kepentingan pribadi. Namun dalam prosesnya ternyata belum berjalan optimal karena sebagian masyarakat tidak memiliki HP Android, jarak yang jauh karena desa bawolowalani terdiri dari lima dusun, terkendala dengan waktu kerja dan pekerjaan rumah sehingga beberapa kelemahan ini yang menjadi permasalahan dalam proses pemberdayaan kelompok perempuan nelayan berbasis digital mother school dalam mendukung pembelajaran daring di Desa Bawolowalani. Digital mother school is a place to conduct training for parents especially women regarding technology science to increase parental knowledge about technological science during the covid 19 pandemic so that it can increase supervision of children at home during online learning while the target in this activity is the group 50 women fishermen in Bawolowalani village. The purpose of this study was to determine the process of empowering women fishermen groups based on digital mother school in supporting online learning in Bawolowalani village south nias regency. The theory used in this reseach is nursahbani katjasungkana, namely the existence of acces in the sense of equal rights in accesing productive resource in the environment, participation, control, and benefits. The research method used is qualitative where by means of observation, interviews, and documentation. The empowerment of women fishermen groups based on digital mother school in supporting online learning carried out in Bawolowalani village went very while the activities carried out such as giving lessons related to the basics of science and technology through manuals, various online aplications, teaching people how to operated android phones. So that people are smart and can acces online aplications and use them for public and personal interest. However, the process turned out to be not running optimally because some people do not have android phones, the distance is long because the village of Bawolowalani consist of five hamlets, constrained by working time and homework so that some of these weaknesses are a problem in the procces of empowering fisherwomen group based on digital mother school in supporting online learning in Bawolowalani village.
Description: 47 Halaman
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/17872
Appears in Collections:SP - Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
188520003 - Mikael Irwan S. Sarumaha - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV315.32 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
188520003 - Mikael Irwan S. Sarumaha - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III, Bibliography600.4 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.