Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/1354
Title: Peranan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Perencanaan Pembangunan Desa di Desa Bandar Kalipa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
Authors: Wiguna, Yoga Teja
Keywords: Badan Permusyawaratan Desa;Perencanaan Pembangunan
Issue Date: 8-Jun-2017
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Village development planning is a very important thing, because of the development palnning of this is the development direction of the village. The aspirations of the community in the process of village development planning is very necessary, therefore has become the obligation of the Government of the village to accommodate the aspirations of the community in the process of development planning in the village. Aspiration can be accommodated by means of Village Consultative Body (BPD), because basically the Village Consultative Body (BPD) is a means for the village to channel their aspirations in order to assist the Government in the process of village planning development in the village. The research method used in this research is qualitative research method, where in the process of collecting data is done through observation, interview, and documentation study on informants that are considered potentially to provide information about the role of Village Consultative Body (BPD) in the development planning process in Village Bandar Klippa. From the results of research that has been done, the Village Consultative Body (BPD) in the village of Bandar Klippa had done their job properly and function as a partner of the head of the village and also to hold and transmit the aspirations of society so as to create the desired development planning by the community. But the Village Consultative Body (BPD) in the village of Bandar Klippa less active to come directly absorb and collect the aspirations of the community.
Description: Perencanaan pembangunan desa adalah hal yang sangat penting, karena dari perencanaan pembangunan inilah arah pembangunan desa ditentukan. Aspirasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan desa sangat diperlukan, maka dari itu sudah menjadi kewajiban pemerintahan desa untuk menampung aspirasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan di desa. Aspirasi masyarakat dapat tertampung dengan cara melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), karena pada dasarnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan sarana bagi masyarakat desa untuk menyalurkan aspirasi mereka guna membantu pemerintahan desa dalam proses perencanaan pembangunan di desa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif, di mana dalam proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi pada informan yang dianggap berpotensi untuk memberikan informasi tentang peranan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam proses perencanaan pembangunan di Desa Bandar Klippa. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Bandar Klippa telah melakukan fungsi dan tugasnya dengan baik sebagai mitra kerja dari Kepala Desa dan juga untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat sehingga terciptanya perencanaan pembangunan yang diinginkan oleh masyarakat. Akan tetapi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Bandar Klippa kurang aktif untuk datang langsung menyerap dan mengumpulkan aspirasi dari masyarakat.
URI: http://hdl.handle.net/123456789/1354
Appears in Collections:SP - Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
138520015_file 1.pdfCover234.83 kBAdobe PDFView/Open
138520015_file 2.pdfAbstract80 kBAdobe PDFView/Open
138520015_file 3.pdfIntroduction211.19 kBAdobe PDFView/Open
138520015_file 4.pdfChapter I244.88 kBAdobe PDFView/Open
138520015_file 5.pdfChapter II260.96 kBAdobe PDFView/Open
138520015_file 6.pdfChapter III280.88 kBAdobe PDFView/Open
138520015_file 8.pdfReference1.38 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.