Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/1262
Title: Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pencabulan yang Dilakukan oleh Anak (Studi Kasus Putusan Nomor : 28/Pid. Sus-Anak/2016/PN-Mdn)
Authors: Sopiyan, Hadi
Keywords: tindak pidana pencabulan oleh anak;criminal acts of child abuse
Issue Date: 26-Apr-2017
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: The case of child molestation revealed is always the tip of the iceberg because many similar cases have never been revealed. Most new cases are uncovered after the victim experiences serious physical symptoms such as bleeding or vaginal bleeding. The issues to be discussed are the basis of judges' consideration in imposing criminal sanctions on children committing criminal acts of obscenity in cases of criminal verdict. 28 / Pid. Sus-Children / 2016 / PN.Mdn and What is a criminal verdict no. 28 / Pid. Sus-Anak / 2016 / PN.Mdn imposed by a judge has been in accordance with a sense of justice. To discuss this problem, the research is done by using the research method of library (library research), is by doing research on various sources of written reading, and Field Research methods (Field Research), the authors directly conduct studies to the Medan District Court by taking decision related cases Child trafficking crime related to the title of this research. Then analyzed qualitatively to obtain a clear picture with the subject matter. With qualitative analysis, the data obtained from the respondent or information produces descriptive data analysis so researched and studied as something intact. The results of the study and discussion explain the basis of judges 'consideration in imposing criminal sanction based on 3 witnesses' statements, expert statement, based on Visum Et Revertum letter imposing criminal sanction in Article 82nd paragraph (1) Jo.Pasal 76 E, Law Number 35 Year 2014 on the change of Law no. Law No. 23 Year 2002 on Child Protection and Criminal Rizki Als Kiki imprisonment for 2 (two) years 6 (six) months and a fine of Rp. 10.000.000, - (ten million rupiah) with the provision of unpaid replaced by work training for 1 (one) month and based on the formulation of the second problem that the criminal decision. 28 / Pid. Sus-Anak / 2016 / PN.Mdn imposed by the judge has fulfilled the sense of justice in society and the law applicable by the accused child "because the defendant has been legally proven to commit lewd acts against the child", that the defendant's conduct is against the moral norms Prevailing in society and contrary to government programs in the context of child protection, child acts result in profound trauma for child victims, the act of the child does not reflect the nature of a good child, the child defendant must be guilty of the deeds he or she has committed and should be sentenced accordingly
Description: Kasus pencabulan terhadap anak yang terungkap selalu merupakan puncak gunung es karena banyak kasus serupa tidak pernah terungkap. Kebanyakan kasus baru terbongkar setelah korban mengalami gejala fisik serius seperti pendarahan didubur atau vagina. Permasalahan yang akan dibahas adalah dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan dalam perkara putusan pidana No. 28/Pid. Sus-Anak/2016/PN.Mdn dan Apakah Putusan pidana No. 28/Pid. Sus-Anak/2016/PN.Mdn yang dijatuhkan oleh hakim telah sesuai dengan rasa keadilan. Untuk membahas permasalahan ini maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan tertulis, dan metode Penelitian Lapangan (Field Research), yaitu penulis langsung melakukan studi ke Pengadilan Negeri Medan dengan mengambil putusan terkait kasus tindak pidana perdagangan anak yang berhubungan dengan judul skripsi ini. selanjutnya dianalisis secara kualitatif sehingga diperoleh gambaran yang jelas dengan pokok permasalahan. Dengan analisis kualitatif maka data yang diproleh dari responden atau informasi menghasilkan data deskriptif analisis sehingga diteliti dan dipelajari sebagai sesuatu yang utuh. Hasil penelitian dan pembahasan menjelaskan dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana berdasarkan keterangan 3 orang saksi, keterangan ahli, berdasarkan surat Visum Et Revertum menjatuhkan sanksi pidana dalam Pasal 82 ayat (1) Jo.Pasal 76 E, Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan menjatuhkan Pidana terhadap anak Rizki Als Kiki dengan pidana penjara selama 2(dua) tahun 6 (enam) bulan dan denda sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dengan ketentuan tidak dibayar diganti dengan latihan kerja selama 1 (satu) bulan dan berdasarkan rumusan masalah kedua bahawa putusan pidana. 28/Pid. Sus-Anak/2016/PN.Mdn yang dijatuhkan oleh hakim telah memenuhi rasa keadilan di dalam masyarakat maupun hukum yang berlaku oleh terdakwa anak “ karena terdakwa telah terbukti secara sah melakukan perbuatan cabul terhadap anak”, bahwa perbuatan terdakwa bertentangan dengan norma-norma kesusilaan berlaku dimasyarakat dan bertentangan dengan program pemerintah dalam rangka perlindungan anak, perbuatan anak mengakibatkan trauma yang mendalam bagi korban anak, perbuatan anak tidak mencerminkan sifat seorang anak yang baik, maka terdakwa anak harus dinyatakan bersalah atas perbuatan yang telah dilakukannya dan selayaknya dijatuhi hukuman yang setimpal
URI: http://hdl.handle.net/123456789/1262
Appears in Collections:SP - Criminal Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
138400121_file1.pdfCover369.21 kBAdobe PDFView/Open
138400121_file2.pdfAbstract197.04 kBAdobe PDFView/Open
138400121_file3.pdfIntroduction173.33 kBAdobe PDFView/Open
138400121_file4.pdfChapter I210.84 kBAdobe PDFView/Open
138400121_file5.pdfChapter II252.42 kBAdobe PDFView/Open
138400121_file6.pdfChapter III129.24 kBAdobe PDFView/Open
138400121_file8.pdfReference164.25 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.