Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/11321
Title: Pengujian Beberapa Varietas Jamu Tiram Pada Kombinasi Media Serbuk Ampas Tebu Dan Serbuk Gergajian Dengan Penambahan Molase Dan Limbah Ampas Tahu
Other Titles: Oyster mushroom is one of the most popular consumed mushrooms and also gives benefit for the body because it contains high nutrition and low fat
Authors: Siregar, Ryan Fajar Siddik
Advisor: Mardiana, Siti
Pane, Erwin
Keywords: varietas jamur tiram;limbah ampas tebu;molase;ampas tahu;oyster mushroom varieties;bagasse;molasses;tofu dregs
Issue Date: 12-Sep-2019
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;158210051
Abstract: Oyster mushroom is one of the most popular consumed mushrooms and also gives benefit for the body because it contains high nutrition and low fat. The goal of this research was to know and analyse the increase growth of some varieties of oyster mushroom on the bagasse media by adding molasses and tofu dregs. The research method was completely factorial randomized design (RAL Factorial) with two factors. The first factor was the media composition of sawdust and bagasse powder M0 (100% sawdust), M1 (100% bagasse + 1% molasses + 6% tofu dregs), M2 (75% bagasse + 25% sawdust + 1% molasses + 6% tofu dregs), M3 (50% bagasse + 50% sawdust + 1% molasses + 6% tofu dregs), M4 (25% bagasse + 75% sawdust + 1% molasses + 6% tofu dregs). The second factor was V1 (V1 white oyster mushroom), V2 (pink oyster mushroom ), V3 (brown oyster mushroom). The data analysis was tested by Anova and continued with duncan test if the results of variance were significantly different to very real. The results showed that the best treatment for mycelium growth on M1 media (100% bagasse + 1% molasses + 6% tofu dregs) with the best combination M2V3 (75% bagasse + 25% sawdust + 1% molasses + tofu dregs 6% on brown oyster mushroom). The best treatment for the age of the emergence of the fruiting body on M0 media (100% sawdust), with the best combination on the M2V3 treatment (75% sugarcane bagasse + 25% sawdust + 1% molasses + 6% tofu dregs on brown oyster mushrooms) needed 53.8 days to form the body primordium of oyster mushroom. The largest stem diameter for V1 (white oyster mushroom) was 9.24 cm at the first harvest, and 9.01 cm the second harvest. The best length of the stalk in V3 variety (brown oyster mushroom) was 4.94 cm at the first harvest and 5.11 cm the second harvest. The best treatment on oyster mushroom production showed that variety V1 (white oyster mushroom) showed high production at the first harvest 130.25 grams and the second harvest 132.83 grams.
Description: Jamur tiram merupakan salah satu jamur konsumsi yang cukup digemari masyarakat dan juga berguna bagi tubuh karena mengandung gizi yang tinggi dan rendah lemak.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan pertumbuhan beberapa varietas jamur tiram pada kombinasimedia serbukampas tebu dan serbuk gergajian dengan penambahan molase dan limbah ampas tahu. Metode peneltian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial(RAL Faktorial) dengan dua faktor, faktor I yaitu komposisi media serbuk gergaji dan serbuk ampas tebu yaitu M0 (100 % serbuk gergaji), M1 (100 % serbuk ampas tebu + molase 1% + ampas tahu 6 %), M2 (75% serbuk ampas tebu + 25% serbuk gergaji + molase 1% + ampas tahu 6%), M3(50% serbuk ampas tebu + 50 % serbuk gergaji + molase 1% + ampas tahu 6 %), M4 (25% serbuk ampas tebu + 75% serbuk gergaji + molase 1% + ampas tahu 6 %) dan faktor II yaitu V1 (varietas jamur tiram putih), V2 (varietas jamur tiram pink), V3 (varietas jamur tiram coklat). Analisis data pengujian menggunakan Anova dan diteruskan dengan uji jarak duncan Apabila hasil sidik ragam berbeda nyata hingga sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk pertumbuhan miselium pada media M1(100 % serbuk ampas tebu + molase 1% + ampas tahu 6 %)dengan kombinasi terbaik M2V3(75% serbuk ampas tebu + 25% serbuk gergaji + molase 1% + ampas tahu 6% pada varietas jamur tiram coklat). Perlakuan terbaik untuk umur muncul nya tubuh buah pada media M0 (100 % serbuk gergaji), dengan kombinasi terbaik pada perlakuan M2V3 (75% serbuk ampas tebu + 25% serbuk gergaji + molase 1% + ampas tahu 6% pada varietas jamur tiram coklat)yaitu 53,8 hari terbentuknya primordia tubuh buah jamur tiram. Untuk diameter batang paling besar yaitu V1 (varietas jamur tiram putih) pada panen pertama 9,24 cm, panen kedua 9,01 cm. Panjang tangkai yang terbaik pada varietas V3 (varietas jamur tiram coklat) pada panen pertama 4,94 cm, panen kedua 5,11 cm. Perlakuan terbaik pada produksi jamur tiram menunjukkan bahwa varietas V1 (varietas jamur tiram putih) menunjukkan produksi yang tinggi yaitu pada panen pertama130.25gram dan panen kedua 132.83gram.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/11321
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
158210051 - Ryan Fajar Siddik Siregar - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III, Bibliography4.94 MBAdobe PDFView/Open
158210051 - Ryan Fajar Siddik Siregar - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV254.46 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.