Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/10630
Title: Peranan Dinas Sosial dalam Menangani Masalah Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Provinsi Sumatera Utara
Authors: Rachmawati, Dwi Putri
Advisor: Ritonga, Syafruddin
Batubara, Beby Masitho
Keywords: anak;kekerasan seksual;children;sexual violence
Issue Date: 8-Jan-2019
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;148510013
Abstract: The role of the Office of Social Affairs in addressing the problem of sexual violence against children as a place to provide public complaints about the problem and duty to help resolve the problem. A child is a person under 17 years of age and unmarried, where the child is someone who must be protected, nurtured and fostered to achieve prosperity. Sexual violence is a real action related to intimacy or sexuality that results in victims suffering physically, materially, mentally, or psychologically. In its role in overcoming the problem of sexual violence against children, the Social Service is tasked with assisting victims, witnesses, and perpetrators who are still children from the investigation stage to the trial. The social service also has obstacles in solving the problem of sexual violence against children in the form of budget problems and sectoral ego. In this study the method that researchers take is qualitative research methods.
Description: Peranan Dinas Sosial dalam menangani masalah kekerasan seksual terhadap anak sebagai tempat untuk memberikan keluhan masyarakat tentang masalah tersebut dan bertugas untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Anak merupakan seseorang yang berusia dibawah 17 Tahun dan belum menikah, dimana anak merupakan seseorang yang harus dilindungi, dipelihara, dan dibina untuk mencapai kesejahteraan. Kekerasan seksual merupakan sebuah tindakan nyata yang berhubungan dengan keintiman atau hubungan seksualitas yang berakibat korban menderita secara fisik, materi, mental, maupun psikis. Dalam peranannya mengatasi masalah kekerasan seksual terhadap anak maka Dinas Sosial bertugas mendampingi korban, saksi, maupun pelaku yang masih berstatus anak dari tahap penyidikan hingga persidangan. Dinas sosial juga mendapatkan hambatan dalam menyelesaikan masalah kekerasan seksual terhadap anak berupa masalah anggaran dan ego sektoral. Dalam penelitian ini metode yang peneliti ambil adalah metode penelitian kualitatif.
URI: http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/10630
Appears in Collections:SP - Government Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
148510013 - Dwi Putri Rachmawati - Fulltext.pdfFulltext1.61 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.